Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 13 APRIL 2026 • 14:59 WIB

Jejak Arsitektur Kolonial di Tangerang Selatan: Warisan Sejarah yang Masih Tersisa

Jejak Arsitektur Kolonial di Tangerang Selatan: Warisan Sejarah yang Masih TersisaRumah lama kolonial di wilayah Serpong, Tangerang Selatan, Banten. (Doc.Mamo Erfanto)

BANTEN — Meski dikenal sebagai kota penyangga modern dengan pertumbuhan pesat, Tangerang Selatan ternyata masih menyimpan jejak sejarah dari masa kolonial Belanda. Sisa-sisa bangunan dan kawasan lama menjadi penanda bahwa wilayah ini pernah menjadi bagian penting dalam jalur ekonomi dan permukiman pada era Hindia Belanda.

Sejumlah bangunan kolonial di wilayah Tangerang Selatan umumnya tersebar di kawasan yang berbatasan dengan Depok dan Jakarta, terutama di daerah seperti Ciputat, Pondok Aren, dan sekitarnya. Senin, 13 April 2026.

Baca juga: Tergerus Zaman, Warisan Kolonial di Kota Tangerang di Ambang Dilupakan

Di kawasan Ciputat, masih ditemukan beberapa rumah tua bergaya Indis—perpaduan arsitektur Eropa dan lokal. Ciri khasnya antara lain atap tinggi, ventilasi besar, serta teras luas yang berfungsi menyesuaikan dengan iklim tropis. Rumah-rumah ini dahulu digunakan oleh pejabat kolonial maupun pengusaha perkebunan.

Kawasan Situ Gintung juga menyimpan nilai historis. Waduk yang dibangun pada masa kolonial ini dulunya berfungsi sebagai sistem pengairan untuk pertanian. Di sekitarnya, terdapat beberapa bangunan lama yang diduga berasal dari periode yang sama, meskipun sebagian telah mengalami renovasi.

Wilayah Tangerang Selatan juga terhubung dengan jalur kereta yang dibangun pada era kolonial, bagian dari jaringan yang dikelola oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij. Meskipun banyak stasiun telah diperbarui, jejak struktur lama masih bisa dilihat di beberapa titik, terutama pada desain rel dan bangunan pendukung.

Baca juga: Jejak Bangunan Kolonial di Kabupaten Tangerang, Warisan Sejarah yang Masih Bertahan

Pesatnya pembangunan di Tangerang Selatan menjadi tantangan utama dalam pelestarian bangunan kolonial. Banyak bangunan lama yang beralih fungsi bahkan hilang akibat pembangunan perumahan dan pusat komersial.

Padahal, jika dikelola dengan baik, bangunan-bangunan ini dapat menjadi aset wisata sejarah sekaligus ruang edukasi bagi masyarakat.

Pemerintah daerah didorong untuk mendata dan melindungi bangunan bersejarah yang masih tersisa. Dengan konsep wisata berbasis sejarah, Tangerang Selatan berpotensi menghadirkan alternatif destinasi selain pusat perbelanjaan dan kawasan modern.

Baca juga: Jejak Kolonial di Lebak: Warisan Sejarah yang Masih Bertahan di Tanah Multatuli

Jejak kolonial ini bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga bagian dari identitas kawasan yang dapat memperkaya nilai budaya di tengah arus urbanisasi yang kian cepat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Jejak Arsitektur Kolonial di Tangerang Selatan: Warisan Sejarah yang Masih Tersisa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!