Salah satu tugu lama di Kec.Mauk, Kab.Tangerang (Doc.Mamo Erfanto)
BANTEN– Kabupaten Tangerang menyimpan sejumlah bangunan peninggalan masa kolonial Belanda yang hingga kini masih berdiri dan menjadi saksi bisu perjalanan sejarah di wilayah tersebut. Bangunan-bangunan ini tidak hanya memiliki nilai arsitektur tinggi, tetapi juga merekam dinamika sosial, ekonomi, dan pemerintahan pada masa lampau.
Salah satu bangunan kolonial yang cukup dikenal adalah kawasan Pasar Lama Tangerang. Kawasan ini sudah berkembang sejak era kolonial sebagai pusat perdagangan yang ramai. Di sekitar Pasar Lama, masih dapat ditemukan bangunan tua bergaya Tionghoa dan Belanda yang mencerminkan akulturasi budaya pada masa itu.
Baca juga: Jejak Kolonial di Lebak: Warisan Sejarah yang Masih Bertahan di Tanah Multatuli
Selain itu, terdapat Klenteng Boen Tek Bio yang berdiri sejak abad ke-17. Meski lebih dikenal sebagai tempat ibadah, bangunan ini juga merupakan bagian dari sejarah kolonial karena keberadaannya tak lepas dari kebijakan pemukiman etnis Tionghoa pada masa VOC.
Bangunan lainnya adalah Bendungan Pintu Air Sepuluh, yang dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda sekitar tahun 1927. Infrastruktur ini berfungsi sebagai pengatur aliran Sungai Cisadane dan hingga kini masih digunakan, menunjukkan kualitas konstruksi kolonial yang kokoh dan berkelanjutan.
Baca juga: Jejak Kolonial di Kabupaten Pandeglang: Warisan Sejarah yang Masih Bertahan
Tak jauh dari sana, terdapat Masjid Pintu Seribu yang meskipun telah mengalami renovasi, diyakini berdiri di atas kawasan yang berkembang pada masa kolonial dan menjadi bagian dari sejarah perkembangan masyarakat setempat.
Selain bangunan fisik, jejak kolonial di Kabupaten Tangerang juga terlihat dari pola tata kota, jaringan jalan lama, hingga kawasan permukiman yang masih mempertahankan struktur aslinya.
Pengamat sejarah lokal menilai, keberadaan bangunan kolonial ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Upaya pelestarian dinilai penting agar generasi mendatang tetap dapat mengenal sejarah daerahnya.
Baca juga: Jejak Kolonial di Kota Cilegon: Sisa-Sisa Sejarah di Kota Industri
“Bangunan-bangunan ini bukan sekadar tua, tetapi memiliki nilai edukasi dan identitas daerah yang kuat,” ujar salah satu pemerhati budaya di Tangerang.
Dengan pengelolaan yang tepat, bangunan peninggalan kolonial di Kabupaten Tangerang berpotensi menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis budaya di wilayah tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan