Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 18 JULI 2026 • 17:22 WIB

Hari Jadi Kota Tangerang 28 Februari: Menelusuri Jejak Sejarah Kota Benteng dari Masa Kesultanan Banten hingga Menjadi Kota Metropolitan

Hari Jadi Kota Tangerang 28 Februari: Menelusuri Jejak Sejarah Kota Benteng dari Masa Kesultanan Banten hingga Menjadi Kota MetropolitanKota Tangerang (Doc.Mamo Erfanto)

BANTEN – Setiap tanggal 28 Februari, masyarakat Kota Tangerang memperingati Hari Jadi Kota Tangerang. Pada tahun 2026, Kota Tangerang memasuki usia 33 tahun, sebuah perjalanan panjang yang mencerminkan transformasi dari wilayah pertahanan Kesultanan Banten menjadi salah satu kota metropolitan dan pusat ekonomi nasional.

Peringatan Hari Jadi Kota Tangerang bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk mengenang sejarah panjang, perjuangan para pendahulu, serta perjalanan pemerintahan hingga lahirnya Kota Tangerang sebagai daerah otonom.

Sejarah Tangerang telah dimulai sejak abad ke-17 ketika wilayah di sepanjang Sungai Cisadane menjadi kawasan strategis yang berbatasan antara **Kesultanan Banten** dan wilayah kekuasaan VOC.

Baca juga: Hari Jadi Kabupaten Tangerang 27 Desember: Sejarah Panjang Berdirinya Kota Seribu Industri Sejuta Jasa

Nama **"Tangerang"** diyakini berasal dari kata **"Tangger"** atau **"Tanggeran"**, yang berarti tanda atau penanda batas wilayah. Penamaan tersebut berkaitan dengan berdirinya tugu penanda yang dibangun oleh **Pangeran Soegiri**, putra Sultan Ageng Tirtayasa, sekitar tahun 1654 di kawasan barat Sungai Cisadane sebagai batas kekuasaan Kesultanan Banten dengan VOC. Seiring waktu, penyebutan "Tanggeran" berubah menjadi "Tangerang".

Selain dikenal sebagai Tangerang, wilayah ini juga memiliki julukan **Kota Benteng**.

Julukan tersebut berasal dari benteng pertahanan yang dibangun oleh tokoh-tokoh Kesultanan Banten, yakni **Aria Yudhanegara, Aria Wangsakara, dan Aria Santika**, dalam menghadapi ekspansi VOC. Benteng-benteng tersebut menjadi simbol perjuangan rakyat Tangerang mempertahankan wilayahnya. Sabtu, 18 Juli 2026.

Perjalanan administrasi Kota Tangerang berlangsung cukup panjang hingga akhirnya menjadi daerah otonom.

Baca juga: Hari Jadi Kabupaten Lebak: Menelusuri Sejarah Berdirinya Daerah Tertua di Banten yang Diperingati Setiap 2 Desember

Wilayah Tangerang menjadi daerah pertahanan dan pusat aktivitas perdagangan di perbatasan Kesultanan Banten dengan VOC. Sungai Cisadane berfungsi sebagai jalur perdagangan sekaligus batas kekuasaan.

**Masa Pemerintahan Hindia Belanda**

Memasuki masa kolonial, Tangerang berkembang sebagai daerah penyangga Batavia. Berbagai infrastruktur dibangun untuk menunjang aktivitas pertanian, perdagangan, dan industri yang memasok kebutuhan ibu kota.

Setelah Indonesia merdeka, wilayah Tangerang menjadi bagian dari Kabupaten Tangerang di Provinsi Jawa Barat. Pertumbuhan penduduk yang pesat akibat kedekatannya dengan Jakarta menjadikan kawasan ini berkembang menjadi pusat industri, perdagangan, dan permukiman.

**Pembentukan Kota Administratif Tangerang**

Perkembangan yang semakin pesat mendorong pemerintah membentuk **Kota Administratif Tangerang** melalui **Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 1981** yang disahkan pada **28 Februari 1981**. Status ini menjadi langkah awal menuju pemerintahan yang lebih mandiri.

Baca juga: Hari Jadi Kabupaten Pandeglang: Menelusuri Jejak Sejarah Berdirinya Kota Sejuta Pesona di Ujung Barat Pulau Jawa

Setelah melalui proses selama lebih dari lima tahun, pemerintah pusat akhirnya menetapkan **Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1993** tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Hari Jadi Kota Tangerang 28 Februari: Menelusuri Jejak Sejarah Kota Benteng dari Masa Kesultanan Banten hingga Menjadi Kota Metropolitan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!