Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 13 APRIL 2026 • 14:46 WIB

Jejak Kolonial di Kabupaten Pandeglang: Warisan Sejarah yang Masih Bertahan

Jejak Kolonial di Kabupaten Pandeglang: Warisan Sejarah yang Masih BertahanSalah satu bangunan kolonial di kawasan pemerintahan Kabupaten Pandeglang (Doc.Google)

BANTEN- Kabupaten Pandeglang menyimpan beragam jejak sejarah dari masa kolonial Belanda yang hingga kini masih dapat ditemukan. Bangunan-bangunan peninggalan tersebut menjadi saksi bisu perjalanan panjang wilayah ini sejak era penjajahan hingga masa kemerdekaan. Senin, 13 April 2026.

Baca juga: Jejak Kolonial di Kota Cilegon: Sisa-Sisa Sejarah di Kota Industri

Berikut sejumlah bangunan kolonial yang masih dikenal di wilayah Pandeglang:

1. Gedung Kawedanan Menes

Bangunan ini merupakan salah satu peninggalan administrasi kolonial yang berada di wilayah Menes. Pada masa Hindia Belanda, gedung ini difungsikan sebagai pusat pemerintahan setingkat kewedanan. Ciri khas arsitektur kolonial masih terlihat dari bentuk bangunan yang kokoh, ventilasi besar, serta tata ruang yang luas.

2. Stasiun Kereta Api Saketi

Stasiun Saketi menjadi salah satu bukti penting perkembangan transportasi pada masa kolonial. Jalur kereta ini dulunya digunakan untuk mengangkut hasil bumi dari pedalaman Pandeglang menuju pelabuhan. Meski kini tidak lagi beroperasi secara aktif, sisa-sisa bangunan stasiun masih dapat ditemukan.

Baca juga: Bangunan Peninggalan Kolonial di Kabupaten Serang, Jejak Sejarah yang Masih Bertahan

3. Rumah Dinas Perkebunan Cibaliung

Wilayah Cibaliung dikenal sebagai kawasan perkebunan sejak masa kolonial. Beberapa rumah dinas peninggalan Belanda masih berdiri, dengan gaya arsitektur khas Eropa tropis yang mengutamakan sirkulasi udara dan ketahanan terhadap iklim.

4. Bangunan Tua di Kawasan Labuan

Sebagai wilayah pesisir yang strategis, Labuan memiliki sejumlah bangunan tua yang diduga berasal dari masa kolonial. Bangunan ini dulunya berfungsi sebagai gudang logistik, kantor dagang, hingga tempat persinggahan bagi aktivitas pelayaran.

5. Sisa Infrastruktur Irigasi Kolonial

Selain bangunan, peninggalan kolonial juga terlihat dari sistem irigasi yang dibangun untuk mendukung pertanian. Beberapa saluran irigasi tua di wilayah Pandeglang masih digunakan hingga sekarang, meski telah mengalami perbaikan dan modernisasi.

Keberadaan bangunan-bangunan kolonial ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah. Selain memperkaya pengetahuan masyarakat, pelestarian bangunan tua juga dapat menjadi daya tarik wisata berbasis edukasi di Kabupaten Pandeglang.

Baca juga: Jejak Kolonial di Kota Serang: Dari Gedung Pemerintahan hingga Benteng Pertahanan

Pemerintah daerah bersama masyarakat diharapkan dapat menjaga dan merawat peninggalan tersebut agar tidak hilang ditelan zaman. Dengan pengelolaan yang tepat, warisan kolonial ini dapat menjadi aset budaya sekaligus sumber ekonomi baru bagi daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Jejak Kolonial di Kabupaten Pandeglang: Warisan Sejarah yang Masih Bertahan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!