BANTEN– Dikenal sebagai kota industri di Provinsi Banten, Kota Cilegon ternyata juga menyimpan sejumlah bangunan peninggalan masa kolonial yang menjadi saksi sejarah perkembangan kawasan pesisir barat Pulau Jawa. Meski tidak sebanyak di kota-kota tua seperti Kota Serang atau Kota Tangerang, beberapa bangunan tua di Cilegon masih berdiri dan memiliki nilai historis yang penting. Senin, 13 April 2026.
Berikut sejumlah bangunan peninggalan kolonial yang masih dapat ditemukan di wilayah Cilegon:
Baca juga: Jejak Kolonial di Kota Serang: Dari Gedung Pemerintahan hingga Benteng Pertahanan
1. Stasiun Kereta Api Krenceng
Stasiun ini merupakan salah satu peninggalan transportasi era Hindia Belanda yang masih aktif hingga kini. Dahulu, jalur kereta ini digunakan untuk mengangkut hasil industri dan logistik dari kawasan pelabuhan menuju daerah lain di Pulau Jawa. Bangunan stasiun mempertahankan ciri khas arsitektur kolonial sederhana dengan struktur kokoh dan ventilasi besar.
2. Kawasan Pelabuhan Cigading
Meski telah berkembang menjadi pelabuhan modern, kawasan Pelabuhan Cigading memiliki sejarah panjang sejak masa kolonial. Area ini dulunya menjadi titik penting distribusi hasil bumi dan industri, terutama saat pengaruh Belanda masih kuat di wilayah Banten.
Baca juga: Bangunan Peninggalan Kolonial di Kabupaten Serang, Jejak Sejarah yang Masih Bertahan
3. Bangunan Tua di Sekitar Merak**
Wilayah Merak yang kini dikenal sebagai pintu gerbang penyeberangan Jawa-Sumatra juga menyimpan sejumlah bangunan tua. Beberapa rumah dinas dan gudang lama yang berada di sekitar pelabuhan diduga merupakan peninggalan era kolonial yang dahulu digunakan sebagai fasilitas administrasi dan logistik.
4. Jalur Rel Lama dan Infrastruktur Pendukung.
Selain stasiun, jalur rel lama yang membentang di wilayah industri Cilegon juga menjadi bukti keberadaan sistem transportasi kolonial. Rel-rel ini dahulu menjadi bagian penting dalam distribusi barang, terutama terkait aktivitas di kawasan pelabuhan dan industri awal.
Baca juga: DMI Kabupaten Serang Lantik 70 Pengurus Baru di Haul Sultan Maulana Hasanuddin ke-470
Minimnya Pelestarian Jadi Tantangan
Seiring pesatnya perkembangan industri di Cilegon, banyak bangunan kolonial yang mengalami perubahan fungsi bahkan hilang akibat pembangunan. Kurangnya perhatian terhadap pelestarian cagar budaya menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dan masyarakat.
Padahal, keberadaan bangunan bersejarah tersebut memiliki potensi sebagai sarana edukasi sekaligus pengembangan wisata sejarah lokal. Upaya inventarisasi dan perlindungan terhadap aset bersejarah dinilai penting agar jejak masa lalu tidak hilang ditelan modernisasi.
Sebagai kota yang terus berkembang, Cilegon tidak hanya menyimpan cerita tentang industri, tetapi juga sejarah panjang yang layak untuk dijaga. Peninggalan kolonial yang tersisa menjadi pengingat bahwa wilayah ini pernah menjadi bagian penting dalam jalur perdagangan dan logistik pada masa lampau.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan