Pendopo lama yang berada di Kota Serang (Doc.Google)
BANTEN — Kota Serang, sebagai ibu kota Provinsi Banten, menyimpan sejumlah bangunan peninggalan kolonial yang hingga kini masih berdiri kokoh dan menjadi saksi bisu perjalanan sejarah panjang di wilayah tersebut. Bangunan-bangunan ini tidak hanya memiliki nilai arsitektur tinggi, tetapi juga menyimpan cerita penting tentang masa penjajahan di Indonesia. Senin, 13 April 2026.
Salah satu bangunan yang cukup dikenal adalah Gedung Karesidenan Banten yang berada di pusat Kota Serang. Gedung ini dulunya digunakan sebagai kantor pemerintahan kolonial Belanda dan kini difungsikan sebagai kantor pemerintahan daerah. Ciri khas arsitektur Eropa klasik masih terlihat jelas pada bentuk bangunan yang megah dengan pilar-pilar besar dan jendela tinggi.
Baca juga: DMI Kabupaten Serang Lantik 70 Pengurus Baru di Haul Sultan Maulana Hasanuddin ke-470
Selain itu, terdapat pula Benteng Speelwijk yang berlokasi di kawasan Banten Lama. Benteng ini dibangun oleh VOC pada abad ke-17 sebagai pusat pertahanan dan pengawasan perdagangan di wilayah pesisir utara Banten. Meski sebagian bangunan telah mengalami kerusakan, struktur utama benteng masih dapat dilihat dan menjadi destinasi wisata sejarah yang cukup diminati.
Bangunan kolonial lainnya adalah Stasiun Serang, yang menjadi bagian dari jaringan perkeretaapian yang dibangun pada masa Hindia Belanda. Stasiun ini masih aktif digunakan hingga saat ini dan mempertahankan sejumlah elemen arsitektur lama yang khas.
Tak jauh dari pusat kota, terdapat pula Gereja Katolik Kristus Raja Serang, yang dibangun pada masa kolonial dan masih difungsikan sebagai tempat ibadah. Bangunan ini memiliki gaya arsitektur sederhana namun kental dengan nuansa Eropa.
Baca juga: 15 Wanita Diamankan Polres Serang Dalam Oprasi KRYD
Sejarawan lokal menyebutkan bahwa keberadaan bangunan-bangunan ini menjadi aset penting dalam upaya pelestarian sejarah dan pengembangan pariwisata di Kota Serang. Namun demikian, perawatan dan perhatian serius dari pemerintah serta masyarakat masih sangat dibutuhkan agar bangunan bersejarah tersebut tidak mengalami kerusakan lebih lanjut.
“Bangunan kolonial ini bukan hanya warisan fisik, tetapi juga bagian dari identitas sejarah daerah yang harus dijaga,” ujar salah satu pemerhati sejarah di Serang.
Dengan potensi yang dimiliki, Kota Serang diharapkan mampu mengoptimalkan keberadaan bangunan peninggalan kolonial sebagai daya tarik wisata edukatif, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan