Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 13 APRIL 2026 • 14:38 WIB

Bangunan Peninggalan Kolonial di Kabupaten Serang, Jejak Sejarah yang Masih Bertahan

Bangunan Peninggalan Kolonial di Kabupaten Serang, Jejak Sejarah yang Masih BertahanBangunan Kantor jaga bendungan Pamarayan, Kabupaten Serang jaman kolonial (Doc.Mamo Erfanto)

BANTEN- Provinsi Banten, menyimpan sejumlah bangunan peninggalan kolonial yang hingga kini masih berdiri dan menjadi saksi bisu perjalanan sejarah masa penjajahan Belanda. Bangunan-bangunan ini tidak hanya memiliki nilai arsitektur tinggi, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas sejarah daerah. Senin, 13 April 2026.

Salah satu bangunan yang cukup dikenal adalah kawasan tua di sekitar Anyer. Wilayah ini sejak masa kolonial dikenal sebagai pelabuhan penting yang menghubungkan Pulau Jawa dengan wilayah lain. Di kawasan ini masih dapat ditemukan sisa-sisa bangunan lama bergaya Eropa, termasuk struktur pelabuhan dan rumah-rumah peninggalan Belanda.

Baca juga: Jejak Kolonial di Kota Serang: Dari Gedung Pemerintahan hingga Benteng Pertahanan

Selain itu, terdapat pula Mercusuar Cikoneng Anyer yang dibangun pada abad ke-19. Mercusuar ini memiliki nilai historis tinggi karena menjadi penanda navigasi penting bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Sunda. Hingga kini, bangunan tersebut masih berdiri kokoh dan menjadi salah satu ikon wisata sejarah di wilayah Serang.

Tak jauh dari kawasan tersebut, terdapat pula Benteng Speelwijk yang meskipun secara administratif berada di wilayah Serang bagian utara, memiliki keterkaitan erat dengan sejarah kolonial di kawasan ini. Benteng ini dibangun oleh VOC sebagai pusat pertahanan dan perdagangan pada abad ke-17.

Baca juga: DMI Kabupaten Serang Lantik 70 Pengurus Baru di Haul Sultan Maulana Hasanuddin ke-470

Selain bangunan pertahanan, peninggalan kolonial juga terlihat pada sejumlah bangunan infrastruktur seperti jalur jalan lama Anyer–Panarukan yang sebagian melintasi wilayah Serang. Jalan ini merupakan proyek besar yang dibangun pada masa pemerintahan Herman Willem Daendels untuk kepentingan militer dan logistik.

Sejumlah bangunan tua lainnya seperti rumah dinas, gudang, hingga bekas kantor pemerintahan kolonial juga masih dapat ditemukan, meski sebagian sudah mengalami perubahan fungsi atau kondisi.

Keberadaan bangunan peninggalan kolonial ini diharapkan dapat terus dilestarikan sebagai aset sejarah dan budaya. Selain menjadi sarana edukasi, situs-situs tersebut juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah di Kabupaten Serang.

Baca juga: 15 Wanita Diamankan Polres Serang Dalam Oprasi KRYD

Pemerintah daerah bersama masyarakat diharapkan dapat menjaga dan merawat bangunan bersejarah tersebut agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bangunan Peninggalan Kolonial di Kabupaten Serang, Jejak Sejarah yang Masih Bertahan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!