Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga (Doc.Mamo Erfanto)
BANTEN- Puluhan santri dan santriwati di Madrasah Al Inayah diduga mengalami keracunan makanan. Aparat kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan dengan melibatkan Dinas Kesehatan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Kapolres Cilegon, Martua Raja Taripar Laut Silitonga, mengatakan bahwa pihaknya masih mengumpulkan alat bukti guna mengungkap apakah peristiwa tersebut mengandung unsur pidana. Jumat, 17 April 2026.
“Kami masih melakukan penyelidikan. Sampel makanan akan diperiksa melalui Dinas Kesehatan Kota Cilegon. Jika diperlukan, pemeriksaan akan dilanjutkan ke tingkat provinsi bahkan hingga Kementerian Kesehatan untuk memastikan keaslian hasil uji laboratorium,” ujarnya.
Baca juga: Puluhan Santri di Cilegon Keracunan Mie Ayam Menu MBG
Berdasarkan data sementara, saat petugas melakukan pengecekan ke lapangan bersama pihak terkait, terdapat delapan santri yang dirawat di Puskesmas Cibeber. Selain itu, sejumlah korban lainnya juga dilaporkan menjalani perawatan di Puskesmas Jombang dan fasilitas kesehatan lainnya di Cilegon.
Namun, dari hasil pendataan lanjutan, jumlah korban diduga mencapai sekitar 49 orang dengan gejala yang bervariasi. Mulai dari muntah berulang, pusing, hingga keluhan medis lainnya.
Kapolres menjelaskan bahwa reaksi keracunan pada setiap individu bisa berbeda, tergantung kondisi fisik dan waktu setelah mengonsumsi makanan. Oleh karena itu, pihaknya menekankan pentingnya uji laboratorium, baik terhadap sampel makanan, bahan baku, maupun pemeriksaan medis terhadap korban.
Baca juga: Oknum Jaksa Kejati Banten Ditahan Terkait Kasus KSP Pandawa
“Kami akan mencocokkan hasil uji makanan dengan kondisi korban, termasuk hasil pemeriksaan darah. Ini penting untuk memastikan keterkaitan antara makanan yang dikonsumsi dengan gejala yang muncul,” jelasnya.
Dalam proses penyelidikan, polisi juga akan mengumpulkan berbagai alat bukti lain, seperti keterangan saksi, dokumen, hasil laboratorium, hingga rekaman CCTV jika tersedia.
Pihak kepolisian turut berkoordinasi dengan pihak madrasah untuk mempermudah proses pemeriksaan serta penanganan terhadap para santri yang terdampak.
Baca juga: Pemkot Serang Catatkan IPM Naik Kemiskinan Turun
Hingga saat ini, fokus utama penanganan masih pada pemulihan kondisi para korban, sembari menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan