Kabupaten Serang (Doc.Mamo erfanto)
BANTEN– Kabupaten Serang merupakan salah satu daerah tertua di Provinsi Banten yang memiliki sejarah panjang dan erat kaitannya dengan lahir serta berkembangnya Kesultanan Banten. Setiap tanggal 8 Oktober, masyarakat Kabupaten Serang memperingati Hari Jadi Kabupaten Serang sebagai momentum mengenang berdirinya pemerintahan di wilayah tersebut yang telah berlangsung sejak hampir lima abad silam.
Hari Jadi Kabupaten Serang ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tingkat II Serang Nomor 17 Tahun 1985, yang menetapkan 8 Oktober 1526 sebagai hari lahir Kabupaten Serang. Penetapan itu merujuk pada peristiwa penobatan Pangeran Sabakingking dengan gelar Sultan Maulana Hasanuddin, Sultan pertama Kesultanan Banten, yang menjadikan Keraton Surosowan di wilayah Serang sebagai pusat pemerintahan. Sabtu, 18 Juni 2026.
Sebelum berdirinya Kesultanan Banten, wilayah Serang merupakan bagian dari Kerajaan Sunda. Pada masa itu, pusat pemerintahan berada di Banten Girang, sekitar tiga kilometer di selatan Kota Serang saat ini. Penguasanya dikenal sebagai Prabu Pucuk Umum, putra Prabu Sidaraja Pajajaran.
Sekitar tahun 1524–1525, penyebaran agama Islam yang dipimpin Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) berhasil mengakhiri kekuasaan Kerajaan Sunda di wilayah Banten. Setelah itu didirikan Kesultanan Banten yang kemudian berkembang menjadi salah satu kerajaan maritim terbesar di Nusantara.
Perjalanan sejarah Kabupaten Serang dapat ditelusuri melalui beberapa fase penting berikut:
1. Masa Kerajaan Sunda (Sebelum 1526)
Wilayah Serang menjadi bagian dari Kerajaan Sunda dengan pusat pemerintahan di Banten Girang.
2. Berdirinya Kesultanan Banten (1526)
Pada 8 Oktober 1526 (1 Muharam 933 Hijriah), Maulana Hasanuddin dinobatkan sebagai Sultan pertama Kesultanan Banten. Tanggal inilah yang kemudian dijadikan Hari Jadi Kabupaten Serang karena menjadi awal pemerintahan di wilayah Serang.
3. Masa Kejayaan Kesultanan (1526–1816)
Selama hampir 290 tahun, Kesultanan Banten berkembang sebagai pusat perdagangan internasional yang ramai didatangi pedagang dari Arab, India, Tiongkok hingga Eropa. Pelabuhan Banten menjadi salah satu pelabuhan lada terbesar di Asia Tenggara.
4. Masa Pemerintahan Hindia Belanda (1816–1942)
Setelah Kesultanan Banten berakhir, Belanda mengambil alih pemerintahan. Pada tahun 1816, wilayah Banten dibagi menjadi beberapa kabupaten, salah satunya Kabupaten Serang yang beribu kota di Serang.
5. Masa Pendudukan Jepang (1942–1945)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan