Stasiun Kota Serang Banten (Doc.Mamo Erfanto)
BANTEN - Rencana pembangunan Kereta rel listrik (KRL) di Kota Serang masih dalam tahapan pembahasan Feasibility Study (FS) Pemprov Banten. serta menunggu kajian FS KRL pembahasan pada tahun 2026.
Hal tersebut diungkapkan Walikota Serang Budi Rustandi pada saat dikonfirmasi awak media di Kota Serang, Jumat 19 September 2025.
Feasibility Study (FS) adalah sebuah studi analisis untuk menilai kelayakan sebuah proyek atau usaha, baik dari segi ekonomi, teknis, hukum, maupun pasar, sebelum proyek tersebut dilanjutkan atau diinvestasikan secara signifikan. Tujuannya adalah untuk menentukan apakah sebuah proyek layak dilaksanakan dengan mempertimbangkan kelebihan, kekurangan, peluang, dan ancaman, sehingga dapat meminimalkan risiko dan membantu pengambilan keputusan yang matang.
Baca juga: 3.911 Pegawai Non PNS Kota Serang Tinggal Tunggu Mekanisme KemenpanRB Untuk Paruh Waktu
Baca juga: Warga Sawah Luhur Demo Mega Proyek Siluman Yang Tak Berizin
Diketahui bahwa, KRL tersebut akan menghubungkan Provinsi Banten ke Jakarta.
"Pembangunan KRL di Kota Serang, nanti Pemprov Banten membuat FS nya, nanti setelah jadi FS masuk ke Kereta Api Indonesia (KAI) pusat. Nanti mereka yang proses semua. FS dari Pemprov Banten tahun 2026," katanya.
Kemudian untuk rencana yang terdekat adalah, lanjut dia, Elektrifikasi dari PLN untuk penunjang KRL.
"Tinggal pasang listrik itu lebih efesiensi dan lebih cepat. Jadi nanti dari Jakarta bisa langsung ke Serang KRL nya," ungkapnya.
Sedangkan kalau untuk pembangunan double track, masih kata dia, prosesnya akan lama.
"Kalau double track akan lama, kita harus pembebasan lahan dan lainnya," tandasnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan