BANTEN- Ratusan warga Kampung Sawah Luhur, Kecamatan Sawah Luhur, Kota Serang yang mayoritas ibu ibu menggelar aksi protes terkait proyek pembangunan kawasan industri yang dianggap tidak memiliki izin resmi dan menyebabkan rumah warga tertutupi debu dari mobil proyek yang keluar masuk kawasan pengurukan.
Perwakilan warga menyatakan bahwa tujuan utama dari aksi ini adalah untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Terkait proyek pengurukan lahan yang sedang berjalan di wilayah Sawah luhur, Kota Serang, yang diduga tidak memiliki izin yang sah serta tanpa adanya koordinasi terlebih dahulu kepada masyarakat sekitar.
"Rumah sampai di tutupi terpal, debu dari mobil truk yang angkut tanah untuk urug lahan proyek, sudah berbulan bulan kami alami kayak gini, Pak RT, Pak RW, Lurah, Camat semua diam gak tanggung jawab," protes ibu Pajah warga Kampung Simpang Tiga, Link kramat, Sawah Luhur saat protes di depan gerbang masuk proyek.
Baca juga: Heru Anwari Atlet BMX Profesional Asal Banten Pilih Pindah Ke Jabar Akibat Pemerintah Abai
"Proyek ini tidak memiliki izin, kami warga tidak tau ini proyek bakal untuk" tegas perwakilan warga Rizki, kepada awak media di lokasi, Kamis 18 September 2025.
"Sudah beberapa kali kami melakukan audiensi dengan pemerintahan Kota dan pihak pemerintahan daerah pun sudah menyatakan bahwa proyek ini tidak memiliki izin dan akan dihentikan sementara," sambungnya.
Proyek ini masih terus berlanjut, truk truk besar setiap hari masih keluar masuk kawasan proyek," teriak salah satu warga saat aksi protes.
"Pak, Pak itu (sembari menunjung gapura proyek) tadinya tulisan di gapuranya, tulisan Cina, tapi setelah di protes dan ramai di media sosial di ganti bendera merah putih," tambah Pasni salah satu warga Simpang Tiga yang ikut aksi protes.
"Kita tidak alergi ataupun tidak menolak yang namanya investasi yang datang ke Serang. Kita sangat mendukung," kata Rizki.
Investasi yang masuk ke Kota Serang harus berjalan tertib. Jangan sampai merugikan secara lingkungan," tegasnya.
Warga Sawah Luhur yang protes juga menyangkan bahwa hingga saat ini, belum ada sosialisasi atau pertemuan resmi antara pihak perusahaan dengan masyarakat terkait proyek tersebut.
Lanjut Rizki proyek pengurukan yang direncanakan untuk membangun kawasan industri ini diharapkan dapat menyerap banyak tenaga kerja lokal di masa depan.
Namun, warga bersepakat bahwa pengawasan ketat tetap diperlukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan lingkungan maupun hak-hak masyarakat setempat tandasnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan