BANTEN- Berawal dari unggahan postingan alumni siswa SMA 4 Kota Serang di media sosial. Kasus pelecehan yang menimpa para siswa di SMA 4 Kota Serang mulai mencuat, salah satu saksi menyampaikan bahwa ada guru yang kerap mengajak Check in ke hotel.
Saksi berinisial I sebagai alumni SMA 4 Kota Serang tahun 2025 menceritkan bahwa guru yang berinisial S suka mengajak siswa untuk cek in ke hotel saat siswa ingin mengambil rapot atau saat siswa ada membutuhkan sesuatu dengan pelaku.
"Temen saya ada dua yang menjadi korban dari dua guru yang berinisial D dan S. Kalau guru yang berinisial S ini modusnya suka mengajak siswa untuk check in atau ke hotel kalau mau mengambil rapot atau kalau siswa ini membutuhkan sesuatu dengan pelaku sebagai siswa. Sedangkan guru yang berinisial D ini melakukan pelecehan ketika mata pelajaran dia,"
I menyampaikan korba korban dari guru S dan D ini bertingkat, mulai dari alumni almuni di atas saya, almuni saya bahkan adik kelas saya juga ada. Untuk inisial guru yang kerap melakukan pelecehan yakni guru PJOK berinisial D kemudian untuk guru geografi berinisial S.
Baca juga: Polresta Serang Kota Tangani Laporan Dugaan Pelecehan Seksual di SMAN 4 Kota Serang
"Saya alumni tahun ini (2025), Setiap angkatan pasti ada korbanya"
Pelecehan seksual yang kerap di alami siswa siswa di SMA 4 yakni,para pelaku kerap memegang bagian sensitif siswi, mengajak check in serta kata kata tidak pantas lanjutnya.
"Jadi kalau guru yang berinisial D dia kerap memegang bagian sensitif siswi secara sengaja saat mata pelajaranya,"
kemudian ada juga guru yang selalu mengkritik pakainya yang di gunakan siswa, "kamu mau jadi jablay pakai pakaian seperti itu, nanti kalau kena pelecehan baru melapo," terang I saat di wawacara usai aksi unjuk rasa yang dilakukan di SMA 4 Kota Serang. Senin 21 Juli 2025.
Baca juga: Kejahatan Luar Biasa di SMAN 4 Segera Lapor ke DP3AKB, Pemkot Serang Masih Minta Korban Lapor DP3AKB
Lebih lanjut I mengatakan sangat miris ketika siswa melapor ke wali kelasnya, jawabanya ialah kalau tidak suruh di mafaafkan, bakal di bilang, akan di beritahui atau di beri sanksi, namun sama sekali tidak pernah di beri sanksi sang pelaku.
Meski telah banyak yang melapor ke bagaian Bimbingan Konseling (BK) namun tidak pernah ada tindakan tegas dari pihak sekolah, malah terkesan menutupi.
"Sudah banyak, siswa melapor lalu minta di mafaafkan. Sampai ada kakak temen saya datang kesekolah mengadukan pelecehan terhadap adiknya, namun ujung ujungnya tidak di tindak lanjuti oleh pihak sekolah,"
Bahkan pihak sekolah juga mengancam siswa untuk tidak melaporkan kejadian kejadian di lingkungan sekolah keluar.
"Kalau ke pihak kepolisan belum pernah, tapi kalau ancaman untuk siswa ada"
Baca juga: RESMI! SMAN 4 Kota Serang Akui Terjadi Pelecehan Seksual, Pelaku Masih Bebas
Kalau saya sendiri tidak menjadi bagian dari korban, tapi saya menjadi saksi untuk dua korban. "Temen saya yang mengalami dan saya yang menjadi saksi,"
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan