Salah satu dapur MBG di Banten (Doc.Antara foto)
BANTEN- Dugaan tersendatnya pencairan dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN). Mengakibatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa wilayah Provinsi Banten dilaporkan sempat terhenti.
Data BGN Banten ada dua wilayah yang mengalami penghentian distribusi MBG adalah Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, dan Kecamatan Jombang, Kota Cilegon.
Kepala Regional BGN Banten, Ichsan Rizqiansyah membenarkan adanya keterlambatan penyaluran dana ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia menduga, kendala tersebut disebabkan oleh perbaikan administrasi di tingkat pemerintah pusat.
“Untuk saat ini alhamdulillah, insya Allah akan kembali normal karena dana anggaran bantuan pemerintah sudah mulai diterima perlahan oleh SPPG,” kata Ichsan saat dikontak melalui Whatsapp, Rabu (12/11/2025).
Sekretariat MBG Banten berlokasi di Gedung Negara Provinsi Banten, Jalan Brigjen KH. Syam'un No. 5, Kota Baru, Kota Serang. (Doc.Mamo erfanto)
Meski demikian, Ichsan memastikan bahwa proses penyaluran akan kembali normal dan beberapa wilayah sudah mulai mendapatkan dana operasional.
Menanggapi hal tersebut Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengaku belum menerima laporan resmi terkait penghentian program tersebut.
“Malah saya ingin tahu kalau berhenti kenapa? Saya rasa enggak berhenti, karena belum ada laporan dari sekolah-sekolah,” kata Dimyati di Pendopo Gubernur Banten.
Menyoal dugaan keterlambatan pencairan dana dari pusat, Dimyati menjelaskan bahwa saat ini pemerintah sedang melakukan penyesuaian anggaran di berbagai sektor.
“Kalau tersendat itu karena sedang ada perubahan anggaran, pergeseran, dan juga efisiensi. Tapi pasti dibayar. Negara enggak mungkin enggak membayar, karena negara menjamin itu,” tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan