BANTEN- Seni Debus Banten sambut kedatangan Dubes Prancis untuk Indonesia saat melakukan kunjungan ke Provinsi Banten. Fabien Penone Dubes Prancis tercengang dan kagum dengan seni budaya Debus yang di tampilkan.
Kehadiran Dubes Prancis bersama rombongan yang di pusatkan di pendopo lama Gubenur Banten tersebut, langsung di sambut dengan atraksi debus yang di peragakan para seniman bela diri.
Dalam atraksi yang di peragakan, Dubes Prancis kagum dan menunjukan ekspresi kaget saat salah satu seniman menunjukan atraksi iris tangan dengan golok, tusuk tangan dengan besi. serta menggerinda lidah.
Dalam kesempatan tersebut Dubes Prancis, Fabien Penone juga diminta langsung oleh penari Debus untuk memperagakan antraksi pukul besi pasak dengan palu ke badan salah satu seniman.
Baca juga: Dubes Prancis Untuk Indonesia Kunjungan Ke Banten
Baca juga: Identitas Mayat Dipinggir Jalan Desa Pulo Ciruas Telah Diketahui
Untuk di ketahui bahwa Debus adalah seni bela diri tradisional yang berasal dari Banten, dengan tampilan atraksi kekebalan tubuh seperti menusuk tubuh dengan senjata tajam, membakar diri, atau menahan cairan keras tanpa terluka. Kesenian ini sering kali menggabungkan unsur fisik, spiritual, dan mistis, dan digunakan untuk tujuan pertahanan diri, hiburan, hingga pelengkap upacara adat.
Sementara itu Gubernur Banten Andra Soni dalam menerima kunjungan Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang pada, Rabu (12/11/2025). membicarakan beberapa hal, antara lain penguatan kerja sama di sektor ekonomi, investasi, industri, pendidikan vokasi, dan pariwisata.
Gubernur Banten mengungkapkan bahwa dua perusahaan besar Prancis telah lama beroperasi di Banten dan menjadi bagian dari rantai industri global. Perusahaan tersebut, yakni Michelin (industri karet sintetis dan produksi ban) dan Tereos FKS (pengolahan bahan baku jagung berorientasi ekspor), menjadi contoh kemitraan ekonomi yang produktif. Selain itu, Dubes Penone menyebutkan dua perusahaan besar lain, Saint-Gobain dan Air Liquide, yang juga menjajaki peluang kerja sama di Banten.
Dalam diskusi, Dubes Prancis juga berharap Banten dapat mendukung ketersediaan bahan baku, khususnya jagung berkualitas tinggi, untuk menunjang industri pengolahan mereka di masa mendatang.
"Saat ini pasokan jagung lokal terus berusaha memenuhi kebutuhan 12 perusahaan pakan ternak di Banten. Peningkatan produksi pangan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Bapak Prabowo untuk mewujudkan swasembada pangan nasional," jelas Andra Soni. Sembari menambahkan bahwa Pemprov terus berupaya memanfaatkan lahan tidak produktif untuk meningkatkan produksi jagung dan beras.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan