Ilustrasi Kekerasan Seksual terhadap anak
BANTEN – Isu dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum guru di SMAN 4 Kota Serang terus bergulir. Bahkan, Pihak sekolah sudah mengakui bahwa kasus tersebut benar terjadi.
Mantan Kepala SMAN 4 Kota Serang, Ade Suparman, membenarkan kejadian tersebut. Menurut Ade, oknum guru yang terlibat dalam kasus ini telah mengabdi di SMAN 4 Kota Serang sejak tahun 2016.
Baca juga: Ketua Komite SMAN 4 Serang: Proses Hukum Guru Pelaku Kekerasan Seksual adalah "Zalim"
Ia menjelaskan bahwa kasus pelecehan yang terjadi pada tahun 2023 tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan antara kedua belah pihak.
"Pernah ada kekerasan seksual saat bapak menjabat, itu tahun 2023. Tapi sudah diselesaikan secara musyawarah mufakat," ujar Ade, Selasa, 8 Juli 2025, di ruang rapat guru SMAN 4 Kota Serang.
Namun, pihak kepolisian melalui Kapolresta Serkot, Kombes Pol. Yudha Satria, S.H., S.I.K., M.H., menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi yang masuk terkait kasus tersebut.
"Belum ada laporan dari korban. Kemarin saya minta untuk datang ke sekolah sama ke korbannya," ujar Kombes Pol. Yudha Satria, Rabu 9 Juli 2025.
Pernyataan Kapolresta ini mengindikasikan bahwa meskipun isu pelecehan telah mencuat ke publik dan menjadi perbincangan, pihak berwajib masih menunggu langkah formal dari pihak korban atau keluarga untuk memproses kasus ini lebih lanjut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan