BANTEN– Momen bulan suci Ramadhan dimanfaatkan oleh para penjual bunga tabur dadakan di kawasan Pasar Lama, Kota Serang. Tradisi ziarah kubur menjelang bulan puasa menjadi kebiasaan tahunan masyarakat setempat untuk mendoakan keluarga yang telah wafat.
Sepekan sebelum memasuki Ramadhan, deretan pedagang bunga tabur mulai terlihat memenuhi sepanjang jalan Pasar Lama. Mereka menjajakan berbagai kebutuhan peziarah, mulai dari aneka bunga tabur, air mawar, hingga wewangian kembang yang biasa digunakan saat berdoa di makam. Minggu, 15 Februari 2026.
Salah satu pedagang mengaku, momentum menjelang Ramadhan selalu membawa berkah tersendiri. “Biasanya mulai ramai seminggu sebelum puasa. Warga datang silih berganti untuk beli bunga tabur sebelum ziarah,” ujarnya.
Baca juga: Merawat Gotong Royong Sambut Ramadhan 2026, Warga Grand Kramatwatu Bersihkan Musola
Untuk satu bungkus bunga tabur dengan ukuran setengah plastik kecil, para pedagang menjualnya dengan harga sekitar Rp10 ribu. Varian bunga yang dijual umumnya terdiri dari campuran bunga mawar, melati, kenanga, dan bunga rampai lainnya yang telah diracik khusus untuk keperluan ziarah.
Tradisi ziarah kubur menjelang Ramadhan memang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Kota Serang. Selain untuk mendoakan arwah keluarga, ziarah juga dimaknai sebagai bentuk refleksi diri sebelum memasuki bulan penuh berkah.
Tak hanya pedagang bunga tabur yang meraup rezeki, sejumlah pengelola tempat pemakaman umum juga menyediakan berbagai layanan tambahan. Salah satunya di Pemakaman Umum Lopang, yang menyediakan jasa bersih-bersih makam hingga penyewaan kursi bagi para peziarah.
Beberapa warga bahkan memilih menggunakan jasa ustad untuk memandu ziarah dan memimpin doa bersama di area pemakaman. Jasa pendampingan doa ini biasanya dibayar secara sukarela sesuai kesepakatan antara peziarah dan ustad.
Baca juga: Pos Kesehatan Merah Putih Taman Sari Kota Serang Diresmikan Dukung Program Cek Kesehatan Gratis
Fenomena penjual bunga tabur dadakan ini menjadi gambaran dampak ekonomi musiman menjelang Ramadhan. Aktivitas perdagangan meningkat signifikan, terutama di titik-titik yang dekat dengan kawasan pemakaman dan pusat keramaian seperti Pasar Lama.
Masyarakat berharap tradisi ziarah kubur tetap terjaga sebagai bagian dari nilai religius dan budaya lokal. Sementara itu, para pedagang bunga tabur berharap momentum Ramadhan tahun ini membawa berkah dan peningkatan pendapatan dibanding tahun sebelumnya.
Dengan semakin dekatnya bulan suci, suasana religius pun mulai terasa di berbagai sudut Kota Serang, termasuk di kawasan Pasar Lama yang setiap tahunnya selalu dipadati warga yang bersiap menyambut Ramadhan dengan doa dan ziarah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan