Selasa, 08 JULI 2025 • 17:10 WIB

SMAN 4 Kota Serang Benarkan Dugaan Pelecehan Seksual oleh Guru, Tapi Tidak Proses Hukum

Author

Mantan Kepala SMAN 4 Kota Serang, Ade Suparman saat diwawancarai wartawan di Ruang Rapat SMAN 4 Kota Serang, Selasa, 8 Juli 2025.

BANTEN - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Kota Serang mengakui adanya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah satu oknum gurunya terhadap siswa. 

Kasus ini sempat menjadi perbincangan setelah diviralkan oleh alumni sekolah tersebut melalui akun anonimus.

Baca juga: Pembangunan Indomaret Point di Terminal Pakutan Di Duga tidak Kantongin izin Pemkot Serang

Mantan Kepala SMAN 4 Kota Serang, Ade Suparman, membenarkan kejadian tersebut. Menurut Ade, oknum guru yang terlibat dalam kasus ini telah mengabdi di SMAN 4 Kota Serang sejak tahun 2016.

Ia menjelaskan bahwa kasus pelecehan yang terjadi pada tahun 2023 tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan antara kedua belah pihak.

"Pernah ada kekerasan seksual saat bapak menjabat, itu tahun 2023. Tapi sudah diselesaikan secara musyawarah mufakat," ujar Ade pada Selasa, 8 Juli 2025, di ruang rapat guru SMAN 4 Kota Serang.

Mengenai proses penyelesaiannya, Ade mengungkapkan bahwa pihak sekolah memfasilitasi pertemuan antara orang tua korban dan oknum guru pelaku di sebuah ruangan khusus. 

Pertemuan tersebut dilakukan setelah Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (TPKS) sekolah memberikan arahan.

"Jadi saat itu kita musyawarah, orang tuanya menjelaskan bahwa anak saya dilecehkan. Saya bilang gini saja, untuk masalah itu, silakan selesaikan di dalam (ruangan). Di sini saya memfasilitasi Anda bertemu dengan pelaku," papar Ade.

Ia menegaskan bahwa pihak sekolah tidak melakukan pembiaran dan selalu menyelesaikan masalah internal.

"Sudah sepakat, antara korban dengan si pelaku saling bermaafan. Nah, kemudian dalam pembinaan di ruang guru, saya sampaikan," ujarnya.

"Jadi tidak ada pembiaran, justru kita gercep setiap melaksanakan," sambungnya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak menampik bahwa adanya pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru.

"Kesimpulan bahwa kita tidak menampik, memang pernah terjadi, tetapi sudah kita selesaikan secara musawarah," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU