BANTEN – Kabupaten Pandeglang dikenal sebagai salah satu daerah di Provinsi Banten yang masih aktif menjaga dan mengembangkan seni budaya tradisional. Berbagai sanggar seni tersebar di sejumlah kecamatan, mulai dari pusat kota hingga wilayah pesisir dan perdesaan.
Keberadaan sanggar-sanggar tersebut menjadi wadah pembinaan generasi muda dalam mempelajari seni tari, musik tradisional, rampak bedug, hingga pertunjukan budaya khas Banten. Bahkan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang mengakui bahwa jumlah komunitas seni dan sanggar yang ada cukup banyak sehingga pendataan secara menyeluruh masih terus dilakukan.
Baca juga: Sanggar Seni di Cilegon Tetap Eksis, Jadi Wadah Kreativitas Generasi Muda
Berikut beberapa sanggar seni yang dikenal aktif di Kabupaten Pandeglang:
Bale Seni ciwasiat
[Web](http://rampakbedug.com/?utm_source=chatgpt.com)
Address: Jl. Ciwasiat, RT.01/RW.12, Pandeglang, Kec. Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Banten 42211, Indonesia
Phone: +6287809876130
Sanggar yang berlokasi di Kecamatan Pandeglang ini menjadi salah satu pusat kegiatan seni budaya yang cukup dikenal masyarakat. Tempat ini sering digunakan untuk pelatihan seni tari tradisional dan kegiatan edukasi budaya bagi pelajar. Pada akhir 2024, puluhan siswa PKBM diketahui mengikuti pembelajaran seni budaya di sanggar tersebut sebagai upaya pelestarian budaya daerah.
Sanggar Rampak Bedug Harum Sari
Sanggar Rampak Bedug Harum Sari
[Web](https://instagram.com/sanggarharumsari?igshid=1wg7n2rktvb5e&utm_source=chatgpt.com)
Address: P426+Q64, Jl. Jenderal Ahmad Yani, cikondang, Kec. Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Banten 42211, Indonesia
Phone: +628111128845
Berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Pandeglang, sanggar ini dikenal sebagai wadah pengembangan seni rampak bedug yang menjadi salah satu ikon budaya Banten. Kelompok ini kerap tampil dalam berbagai acara kebudayaan dan kegiatan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan