Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 31 MEI 2026 • 20:49 WIB

Sanggar Seni di Kabupaten Lebak Terus Berkembang, Jadi Garda Pelestarian Budaya Lokal

Sanggar Seni di Kabupaten Lebak Terus Berkembang, Jadi Garda Pelestarian Budaya LokalIlustrasi

BANTEN– Keberadaan sanggar seni di Kabupaten Lebak terus memainkan peran penting dalam menjaga dan melestarikan berbagai kesenian tradisional yang menjadi identitas budaya masyarakat Banten. Di tengah arus modernisasi yang semakin kuat, sejumlah sanggar seni di wilayah tersebut tetap aktif membina generasi muda agar mengenal dan mencintai warisan budaya daerah.

Salah satu yang cukup dikenal adalah Sanggar Seni Lebak Membara yang berada di Rangkasbitung. Sanggar ini dikenal aktif mengembangkan berbagai kesenian tradisional seperti Rampak Bedug, Angklung Buhun, Dogdog Lojor, Marawis, Kasidah hingga seni pertunjukan Ubrug khas Banten. Selain menjadi wadah kreativitas anak muda, sanggar tersebut juga sering tampil dalam berbagai festival budaya tingkat daerah maupun nasional.

Baca juga: Deretan Sanggar Seni di Kabupaten Pandeglang, Dari Pelestarian Tari Tradisional hingga Rampak Bedug

Dalam berbagai kesempatan, pengelola sanggar menekankan pentingnya menjaga tradisi sebagai bagian dari identitas masyarakat Lebak. Melalui latihan rutin dan pertunjukan budaya, generasi muda diajak untuk memahami nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan para leluhur.

Selain itu, terdapat pula Sanggar Seni Milakancana yang berada di kawasan adat Citorek. Sanggar ini aktif mengembangkan seni gamelan dan tari tradisional sebagai bagian dari upaya menjaga budaya masyarakat adat Kasepuhan Citorek. Kehadiran sanggar tersebut dinilai penting dalam mempertahankan eksistensi kesenian tradisional di tengah perkembangan zaman.

Di wilayah Lebak Selatan, terdapat Sanggar Seni Dangiang Pakidulan yang bergerak dalam bidang seni tari, teater, musik tradisional dan seni lukis. Sanggar ini dibentuk sebagai wadah pembinaan generasi muda agar lebih dekat dengan seni dan budaya Sunda maupun Melayu yang berkembang di wilayah selatan Banten.

Baca juga: Sanggar Seni di Cilegon Tetap Eksis, Jadi Wadah Kreativitas Generasi Muda

Sementara itu, kawasan wisata Sawarna juga memiliki Sanggar Dwi Warna yang turut mendukung pengembangan seni budaya daerah melalui pertunjukan musik tradisional, jaipongan, calung dan berbagai atraksi budaya lainnya yang kerap ditampilkan untuk wisatawan.

Tidak hanya itu, sejumlah kelompok seni lainnya seperti Sanggar Seni Qosidah dan Sanggar Seni Putra Adat juga aktif mengembangkan kesenian berbasis tradisi masyarakat setempat. Kegiatan mereka mencakup pelatihan seni musik tradisional, pertunjukan budaya hingga pembinaan generasi muda di lingkungan sekitar.

Pemerintah daerah bersama Dewan Kesenian Lebak selama ini juga terus mendorong penguatan jaringan antar-sanggar melalui berbagai program pembinaan, pelatihan manajemen sanggar serta penyelenggaraan festival budaya. Langkah tersebut dilakukan agar pelaku seni memiliki ruang yang lebih luas untuk berkreasi sekaligus menjaga keberlangsungan budaya lokal.

Dengan keberadaan berbagai sanggar seni tersebut, Kabupaten Lebak tidak hanya mempertahankan warisan budaya leluhur, tetapi juga membangun ruang kreatif bagi generasi muda untuk terus berkarya dan mengenalkan kekayaan seni tradisional Banten kepada masyarakat yang lebih luas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sanggar Seni di Kabupaten Lebak Terus Berkembang, Jadi Garda Pelestarian Budaya Lokal

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!