anggota ASTAGATRA RI (Doc.Mamo erfanto)
BANTEN- Ketua Umum ASTAGATRA RI, Rizky Sembada, menegaskan komitmen besar asosiasi yang dipimpinnya untuk menjadi kekuatan baru dalam memperjuangkan kepentingan pelaku industri Haji, Umrah, dan Pariwisata Syariah di Indonesia.
Dalam sambutannya pada acara deklarasi nasional di Jakarta, Rizky menekankan bahwa ASTAGATRA RI hadir bukan sebagai pesaing asosiasi lain, melainkan sebagai pelengkap yang menghadirkan spirit baru yakni memperjuangkan keadilan, perlindungan, dan kemandirian ekosistem keumatan. Rabu, 5 November 2025.
"ASTAGATRA RI hadir bukan untuk menggantikan yang sudah ada, melainkan untuk memperkuat. Kami ingin membangun sistem yang berpihak pada pelaku usaha syariah, agar terlindungi dan berdaya secara hukum, ekonomi, dan spiritual," ujar Rizky di hadapan para pengurus dan tamu kehormatan dari lintas kementerian.
Menurutnya, selama ini pelaku industri Umrah dan Haji sering menghadapi tantangan hukum dan regulasi yang kompleks, mulai dari perizinan, kemitraan, hingga perubahan kebijakan pemerintah. Di tengah kondisi tersebut, banyak pelaku usaha merasa berjalan sendiri tanpa wadah advokasi yang kuat.
Baca juga: BPBD Kota Serang Petakan Dua Kecamatan Masuk Status Rawan Banjir
Baca juga: Diam Saat Pemukulan Terjadi, Tiga Saksi Kasus SMAN 1 Kota Serang Terancam Jerat Hukum
Menyadari hal itu, Rizky menilai perlu adanya lembaga yang bukan hanya berfungsi administratif, tetapi juga bertindak aktif sebagai pengawal kebijakan pemerintah, yang bekerja dengan santun namun tegas.
Sebagai langkah nyata, Rizky menginisiasi pembentukan Bidang Advokasi, Hukum, dan Mediasi ASTAGATRA RI, yang nantinya akan berperan sebagai garda depan dalam memberikan pendampingan hukum bagi anggota.
Selain itu, akan dibentuk Pusat Bantuan Hukum (Legal Center ASTAGATRA) yang fokus pada penyuluhan regulasi, penyelesaian sengketa, serta pembinaan etika usaha sesuai prinsip syariah dan peraturan perundangan yang berlaku.
"Kita tidak boleh hanya menjadi penerima kebijakan. Kita harus ikut mewarnai arah kebijakan itu agar berpihak pada umat, dan tidak memberatkan para pelaku usaha yang sudah berjuang dengan jujur dan amanah," tegas Rizky.
Rizky juga menekankan pentingnya sinergi antara asosiasi dan pemerintah. Menurutnya, ASTAGATRA RI berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga tata kelola penyelenggaraan Haji dan Umrah, serta memastikan seluruh kegiatan usaha di sektor ini berjalan sesuai koridor hukum dan syariat.
Dalam pandangannya, pengusaha yang patuh terhadap aturan bukan hanya mitra negara, tetapi juga bagian dari kekuatan moral bangsa.
"Kita ingin agar pemerintah melihat kita bukan sekadar pelaku industri, tetapi sebagai mitra pembangunan yang punya kontribusi sosial, yang menciptakan lapangan kerja, dan menjaga keberlangsungan ekonomi umat," lanjutnya.
Di akhir sambutannya, Rizky mengajak seluruh anggota ASTAGATRA RI untuk bersatu dalam semangat perubahan.
Ia menegaskan bahwa kebangkitan industri syariah hanya bisa terwujud jika para pelaku bisnis bersatu dalam satu visi - yaitu menjadikan setiap langkah usaha sebagai bentuk ibadah dan kontribusi terhadap umat.
"Mari kita kuatkan solidaritas. Kita bersatu bukan karena kepentingan pribadi, tapi karena amanah umat. Insya Allah, ASTAGATRA RI akan menjadi benteng advokasi, pengawal kebijakan, dan penjaga marwah industri syariah Indonesia," tutup Rizky Sembada dengan penuh keyakinan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rilis