BANTEN- Peristiwa yang menimpa Violent Agra Casttilo siswa SMK 2 Kota Serang saat di bubarkan tim patroli maung presisi Polda Banten pada Sabtu 23 Agustus 2025 dan terjatuh akibat hantaman helm petugas kondisinya masih kritis dengan tingkat kesadaran hanya tiga (3) persen.
untuk kondisi Agra saat ini, Erminawati Wakil Kepala Sekolah, Bidang Kesiswaan saat di temui indozone.banten mengatakan saat ini pihak sekolah belum dapat melihat kondisi Agra karena pihak rumah sakit tidak mengizinkan dengan alasan kondisi pasien. Rabu 27 Agustus 2025.
"Dari pihak Sekolah tidak bisa bertemu dengan anak saya, karena dari pihak rumah sakit pun melarang kami untuk menjenguk pasien karena dikuwatirkan kondisinya semakin drop,"
Menurut pihak keluarga bahwa kondisi Agara masih kritis bahkan info dari kakeknya kesadaran Agara menurut menjadi 3 persen dan belum dapat melalukan penanganan oprasi akibat kesadaraan masih rendah.
Untuk di ketahui peristiwa yang di almi agra ialah terjatuh dari moto akibat lemparan helm petugas patroli Polda Banten saat membubarkan aksi balap liar.
Baca juga: Ini Rilis Polda Banten Soal Kronologi Kecelakaan Violent Agara
menurut keterang Kabid Propam Polda Banten Kombes Pol Murwoto kronologi kejadian tersebut. “Bahwa pada Sabtu tanggal 23 Agustus 2025 Personel Dit Samapta Polda Banten berjumlah 29 Personel yang melaksanakan patroli Maung Presisi yang dipimpin oleh Aipda Roni Anwar dengan rute patroli wilayah hukum Serang Kota,
Sekira pukul 02.45 WIB kendaraan roda dua yang menuju arah tim 2 tidak menyalahkan lampu utama kaget melihat petugas yang sudah berada dibadan jalan sehingga salah satu personel patroli Bripda MA refleks melemparkan helm diduga mengenai pengendara tersebut yang diketahui bernama Sdr. Violent Agara Casttilo, berusia 16 tahun, siswa SMK 2 Serang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan