BANTEN - Dugaan Pelecehan Seksual di SMPN 9 Kota Serang terindikasi terdapat pembiaran ataupun perlindungan secara khusus.
Sebab, bukanlah di pecat pelaku terduga pelecehan seksual yang merupakan guru P3K malah dipindah tugaskkan ke SMP Negeri Satap Curug, Kota Serang.
Demikian disampaikan oleh Kepala SMPN 9 Kota Serang, Gausul Alam saat diwawancarai wartawan, Senin 28 Juli 2025.
Tak sampai disitu, Gausul pun menanyakkan ketegasan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk segera dilakukan pemecatan.
"Mudah mudahan seminggu ini segera di pecat oleh Pak Walikota Serang. Jangan dibiarkan," ungkapnnya.
Gausul juga mengakui, dirinya sempat her
Baca juga: Paska Penertiban PKL Dikawasan KP3B Ada Uang Setoran Bulanan Dan Harian Oleh Koperasi Pasar Tani
Baca juga: Predator Anak Di SMP 9 Kota Serang Masih Aktif Mengajar Pihak Dindik Masih Bungkam
an malah dipindah tugaskkan dengan alasan Non Job, tapi masih tetap bekerja di sekolah SMP Negeri Satap Curug Kota Serang.
"Ibarat kata, mau kecil saja dikawal," katannya yang membingungkkan takut diamuk massa ataupun memang khawatir melakukan pelecehan seksual kembali.
Sebelumnnya, menanggapi kasus pelecahan seksual di SMPN 9 Kota Serang, Walikota Serang, Budi Rustandi sempat berkata baru akan melakukan pemecatan.
"kita menegaskan akan mengambil tindakan tegas. Ia berjanji akan langsung memecat secara tidak hormat pelaku jika kasus tersebut sudah sampai di meja," jelasnnya pada beberapa hari lalu.
Namun, pada hari ini Senin 28 Juli 2025, Walikota Serang, Budi Rustandi saat dikonfirmasi melalui via telepon tidak diangkat.
Bahkan di WhatShapp menanyakkan kapan dilakukan pemecatan hingga kini tak kunjung dibalas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan