Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 29 JULI 2025 • 12:12 WIB

Penyempitan Badan Sungai Dan Pendang

Penyempitan Badan Sungai Dan PendangGubernur Banten Andra Soni saat melakukan susur sungai Angke Tangerang Selatan (doc.mamo erfanto) 

BANTEN-Gubernur Banten Andra Soni melakukan Susur Kali Angke di Kota Tangerang untuk melihat langsung persoalan di lapangan, terutama penyebab banjir yang kerap terjadi di Tangerang Raya dan sekitarnya. 

Susur Kali Angke dimulai dari Jembatan Fortune, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan berakhir di Bendung Polor, Kota Tangerang. Rombongan menyusuri sungai menggunakan perahu karet bermesin dengan jarak tempuh sekitar 10 Kilometer. 

Andra Soni mengungkapkan, sekitar dua jam perjalanan penyusuran banyak hal yang diperbincangkan. Apa yang tepat dan cepat bisa dikerjakan bersama-sama baik dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.

"Pada ujungnya untuk menyelesaikan persoalan banjir yang sudah puluhan tahun terjadi, terutama di wilayah sekitar Kali Angke ini," kata Andra Soni. 

Setelah melihat langsung, Andra menilai setidaknya ada beberapa permasalahan yang harus diatasi untuk bisa mengantisipasi banjir. Seperti adanya penyempitan badan sungai yang diakibatkan oleh tanah timbul. 

"Sehingga terjadi pendangkalan. Lalu ada pekerjaan dari Balai yang belum tuntas," ujarnya. 

Baca juga: Pelaku Masih Berkeliaran, LBH Bulan Nilai Polresta Serang Kota Melakukan Pembiaran atas Kasus Pelecehan Seksual

Baca juga: PLN Mobile Jawara Run 2025 Tinggal Menghitung Hari, Ini Tips Bagi Pelari Pemula

Baca juga: "Kroyokan Bareng" Membawa Polres Serang Sabet Juara 3 Ketapang Nasional

Bendung Polor ini, kata Andra Soni, pasti dulu dibangun untuk mengairi sektor pertanian di sekitar sini. Namun karena sekarang kondisinya sudah berubah, tentu Balai Besar yang mempunyai kewenangan akan mengkaji terlebih dahulu.

"Termasuk Pemprov dan Pemda setempat. Kita akan terus berkoordinasi untuk kemudian kita berbagi tugas, siapa mengerjakan apa. Saya yakin dalam satu dua tiga kegiatan kedepan insya Allah ada perubahan," pungkasnya. 

Kepala Balai Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BWSCC), David Oloan Marpaung menambahkan, pihaknya sejak tahun 2011-2015 lalu sudah merencanakan pembangunan tanggul sepanjang 13 kilometer kanan dan kiri sungai, sehingga totalnya 26 kilometer. 

"Namun yang terbangun sampai saat ini baru 19 kilometer. Masih ada tujuh kilometer yang belum terbangun," katanya.

Kemudian, dari 26 kilometer yang direncanakan itu tidak seluruhnya utuh, tapi terputus-putus. Hal itu salah satunya disebabkan oleh pembebasan lahan yang belum selesai. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Penyempitan Badan Sungai Dan Pendang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!