BANTEN– Setiap tanggal 26 November, masyarakat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperingati Hari Jadi Kota Tangerang Selatan. Momentum tersebut bukan sekadar perayaan bertambahnya usia daerah, melainkan pengingat perjalanan panjang lahirnya sebuah kota otonom yang kini berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan, bisnis, permukiman modern, dan ekonomi kreatif di Provinsi Banten.
Hari Jadi Kota Tangerang Selatan ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 3 Tahun 2010, yang menetapkan tanggal 26 November sebagai hari jadi daerah, bertepatan dengan disahkannya **Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kota Tangerang Selatan di Provinsi Banten.
Sebelum berdiri sebagai kota otonom, wilayah Tangerang Selatan merupakan bagian dari **Kabupaten Tangerang**, yang meliputi sejumlah kecamatan dengan pertumbuhan penduduk dan pembangunan yang sangat pesat.
Wilayah ini berkembang menjadi kawasan penyangga Jakarta dengan hadirnya berbagai kawasan permukiman besar seperti BSD City, Bintaro Jaya, Alam Sutera, dan sejumlah kawasan industri maupun pusat pendidikan.
Pesatnya perkembangan tersebut menyebabkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan pemerintahan yang lebih cepat dan efektif. Aspirasi pemekaran daerah pun semakin menguat pada awal tahun 2000-an.
Pemerintah kemudian melakukan berbagai kajian mengenai kelayakan pembentukan daerah baru dengan mempertimbangkan aspek jumlah penduduk, kemampuan ekonomi, luas wilayah, potensi daerah, hingga efektivitas pelayanan publik.
Akhirnya, Pemerintah Republik Indonesia bersama DPR RI mengesahkan **Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008** tentang Pembentukan Kota Tangerang Selatan di Provinsi Banten yang diundangkan pada 26 November 2008. Kota Tangerang Selatan resmi menjadi daerah otonom hasil pemekaran Kabupaten Tangerang.
Saat resmi dibentuk, Kota Tangerang Selatan terdiri atas tujuh kecamatan, yaitu:
* Ciputat
* Ciputat Timur
* Pamulang
* Pondok Aren
* Serpong
* Serpong Utara
* Setu
Dengan luas wilayah sekitar 147,19 kilometer persegi, Tangsel berbatasan langsung dengan DKI Jakarta, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang sehingga memiliki posisi yang sangat strategis sebagai bagian dari kawasan metropolitan Jabodetabe.
Pembentukan Kota Tangerang Selatan bertujuan untuk:
* meningkatkan kualitas pelayanan publik;
* mempercepat pembangunan daerah;
* mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat;
* mengoptimalkan pengelolaan potensi ekonomi daerah;
* meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemerintahan yang lebih efektif. Sabtu, 18 Juli 2026.
Tujuan tersebut tercantum dalam konsideran Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008 yang menjadi dasar hukum berdirinya Kota Tangerang Selatan.
Dalam kurun waktu kurang dari dua dekade, Tangerang Selatan berkembang menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Indonesia.
Kota ini dikenal sebagai pusat pendidikan dengan keberadaan berbagai perguruan tinggi ternama, kawasan bisnis modern, pusat perbelanjaan, rumah sakit bertaraf nasional, hingga kawasan hunian yang menjadi pilihan masyarakat Jabodetabek.
Selain itu, sektor jasa, perdagangan, teknologi, ekonomi kreatif, dan properti menjadi tulang punggung perekonomian Tangsel yang terus berkembang setiap tahunnya.
Peringatan Hari Jadi Kota Tangerang Selatan bukan hanya mengenang lahirnya daerah otonom, tetapi juga menjadi momentum memperkuat semangat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam mewujudkan kota yang maju, inovatif, dan berdaya saing.
Dengan usia yang terus bertambah, Kota Tangerang Selatan diharapkan mampu mempertahankan predikatnya sebagai salah satu kota modern di Indonesia, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik, pembangunan berkelanjutan, serta kesejahteraan masyarakat.
Hari Jadi Kota Tangerang Selatan yang diperingati setiap 26 November menjadi simbol perjalanan panjang sebuah wilayah yang lahir dari semangat pemekaran demi pelayanan yang lebih baik. Berbekal letak strategis, sumber daya manusia yang unggul, dan pertumbuhan ekonomi yang kuat, Tangerang Selatan terus menegaskan posisinya sebagai salah satu kota paling maju di Provinsi Banten dan kawasan Jabodetabek.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan