Hari Jadi Kota Tangerang 28 Februari: Menelusuri Jejak Sejarah Kota Benteng dari Masa Kesultanan Banten hingga Menjadi Kota Metropolitan
BANTEN – Setiap tanggal 28 Februari, masyarakat Kota Tangerang memperingati Hari Jadi Kota Tangerang. Pada tahun 2026, Kota Tangerang memasuki usia 33 tahun, sebuah perjalanan panjang yang mencerminkan transformasi dari wilayah pertahanan Kesultanan Banten menjadi salah satu kota metropolitan dan pusat ekonomi nasional.
Peringatan Hari Jadi Kota Tangerang bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk mengenang sejarah panjang, perjuangan para pendahulu, serta perjalanan pemerintahan hingga lahirnya Kota Tangerang sebagai daerah otonom.
Sejarah Tangerang telah dimulai sejak abad ke-17 ketika wilayah di sepanjang Sungai Cisadane menjadi kawasan strategis yang berbatasan antara **Kesultanan Banten** dan wilayah kekuasaan VOC.
Nama **"Tangerang"** diyakini berasal dari kata **"Tangger"** atau **"Tanggeran"**, yang berarti tanda atau penanda batas wilayah. Penamaan tersebut berkaitan dengan berdirinya tugu penanda yang dibangun oleh **Pangeran Soegiri**, putra Sultan Ageng Tirtayasa, sekitar tahun 1654 di kawasan barat Sungai Cisadane sebagai batas kekuasaan Kesultanan Banten dengan VOC. Seiring waktu, penyebutan "Tanggeran" berubah menjadi "Tangerang".
Selain dikenal sebagai Tangerang, wilayah ini juga memiliki julukan **Kota Benteng**.
Julukan tersebut berasal dari benteng pertahanan yang dibangun oleh tokoh-tokoh Kesultanan Banten, yakni **Aria Yudhanegara, Aria Wangsakara, dan Aria Santika**, dalam menghadapi ekspansi VOC. Benteng-benteng tersebut menjadi simbol perjuangan rakyat Tangerang mempertahankan wilayahnya. Sabtu, 18 Juli 2026.
Perjalanan administrasi Kota Tangerang berlangsung cukup panjang hingga akhirnya menjadi daerah otonom.
Wilayah Tangerang menjadi daerah pertahanan dan pusat aktivitas perdagangan di perbatasan Kesultanan Banten dengan VOC. Sungai Cisadane berfungsi sebagai jalur perdagangan sekaligus batas kekuasaan.
**Masa Pemerintahan Hindia Belanda**
Memasuki masa kolonial, Tangerang berkembang sebagai daerah penyangga Batavia. Berbagai infrastruktur dibangun untuk menunjang aktivitas pertanian, perdagangan, dan industri yang memasok kebutuhan ibu kota.
Setelah Indonesia merdeka, wilayah Tangerang menjadi bagian dari Kabupaten Tangerang di Provinsi Jawa Barat. Pertumbuhan penduduk yang pesat akibat kedekatannya dengan Jakarta menjadikan kawasan ini berkembang menjadi pusat industri, perdagangan, dan permukiman.
**Pembentukan Kota Administratif Tangerang**
Perkembangan yang semakin pesat mendorong pemerintah membentuk **Kota Administratif Tangerang** melalui **Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 1981** yang disahkan pada **28 Februari 1981**. Status ini menjadi langkah awal menuju pemerintahan yang lebih mandiri.
Setelah melalui proses selama lebih dari lima tahun, pemerintah pusat akhirnya menetapkan **Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1993** tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang.
Peresmian daerah otonom tersebut dilakukan pada **28 Februari 1993**, yang kemudian ditetapkan sebagai **Hari Jadi Kota Tangerang**. Kota Tangerang menjadi daerah otonom ke-25 di Jawa Barat dan ke-312 secara nasional saat itu.
Sejak berdiri sebagai kota otonom, Kota Tangerang terus berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
Keberadaan kawasan industri, perdagangan, jasa, pendidikan, serta kedekatannya dengan Jakarta dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadikan Kota Tangerang sebagai pintu gerbang perekonomian Indonesia.
Dalam perkembangannya, berbagai pembangunan dilakukan mulai dari pelayanan publik berbasis digital, transportasi perkotaan, ruang terbuka hijau, hingga peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Hari Jadi Kota Tangerang menjadi pengingat bahwa kemajuan kota saat ini merupakan hasil perjuangan panjang sejak era Kesultanan Banten hingga terbentuknya pemerintahan modern.
Semangat **Kota Benteng** mencerminkan tekad masyarakat untuk menjaga persatuan, meningkatkan pelayanan publik, memperkuat ekonomi, serta melestarikan sejarah dan budaya di tengah pesatnya pembangunan.
Memasuki usia ke-33 pada tahun 2026, Kota Tangerang terus berkomitmen menjadi kota yang maju, berdaya saing, modern, dan nyaman dihuni dengan tetap menjaga nilai-nilai sejarah yang menjadi identitas daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan