Sabtu, 18 JULI 2026 • 16:59 WIB

Hari Jadi Kabupaten Lebak: Menelusuri Sejarah Berdirinya Daerah Tertua di Banten yang Diperingati Setiap 2 Desember

Author

Baduy, Lebak, Banten (Doc.Mamo Erfanto)

BANTENKabupaten Lebak merupakan salah satu daerah bersejarah di Provinsi Banten yang memiliki perjalanan panjang sejak masa Kesultanan Banten hingga menjadi daerah otonom dalam sistem pemerintahan Indonesia. Setiap tanggal 2 Desember, masyarakat Kabupaten Lebak memperingati Hari Jadi Kabupaten Lebak, sebagai momentum mengenang lahirnya pemerintahan Kabupaten Lebak yang telah berusia hampir dua abad.

Penetapan Hari Jadi Kabupaten Lebak bukan tanpa alasan. Tanggal tersebut mengacu pada Staatsblad (Lembaran Negara Hindia Belanda) Nomor 81 Tahun 1828, yang menetapkan pembagian wilayah Keresidenan Banten menjadi tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang (saat itu Caringin), dan Kabupaten Lebak. Sabtu, 18 Juli 2026.

Baca juga: Hari Jadi Kabupaten Pandeglang: Menelusuri Jejak Sejarah Berdirinya Kota Sejuta Pesona di Ujung Barat Pulau Jawa

Sebelum terbentuk sebagai kabupaten, wilayah Lebak merupakan bagian dari Kesultanan Banten yang berdiri sejak abad ke-16. Kawasan ini menjadi wilayah strategis sebagai daerah pertanian, perkebunan, serta jalur perdagangan di bagian selatan Banten.

Pada masa pemerintahan Inggris di bawah Thomas Stamford Raffles, tepatnya 19 Maret 1813, wilayah Kesultanan Banten dibagi menjadi empat wilayah administratif, yakni:

* Banten Lor

* Banten Kulon

* Banten Tengah

* Banten Kidul

Wilayah Banten Kidul yang beribu kota di Cilangkahan dipimpin oleh Tumenggung Suradilaga sebagai bupati pertama pada masa tersebut.

Tonggak sejarah Kabupaten Lebak terjadi pada 2 Desember 1828 ketika Pemerintah Hindia Belanda menerbitkan Staatsblad Nomor 81 Tahun 1828 yang membagi Keresidenan Banten menjadi tiga kabupaten, yaitu:

Baca juga: Polres Metro Tangerang Kota Sabet Juara Umum Lomba PKS dan Juara 2 Pocil Polda Metro Jaya 2026

* Kabupaten Serang

* Kabupaten Caringin (yang kemudian menjadi Pandeglang)

* Kabupaten Lebak

Sejak saat itu, nama Kabupaten Lebak resmi digunakan sebagai satuan pemerintahan dengan batas wilayah yang jelas. Wilayah awal Kabupaten Lebak meliputi Distrik Sajira, Lebak Parahiang, Parungkujang, dan Madur (Madhoor).

Pada awal pembentukannya, pusat pemerintahan Kabupaten Lebak berada di Warunggunung.

Namun berdasarkan keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, ibu kota kabupaten kemudian dipindahkan ke Rangkasbitung. Pemindahan tersebut secara resmi dilaksanakan pada 31 Maret 1851, dan hingga kini Rangkasbitung tetap menjadi ibu kota Kabupaten Lebak.

Seiring perkembangan pemerintahan kolonial, wilayah Kabupaten Lebak beberapa kali mengalami penataan administratif.

Pada tahun 1828, distrik-distrik di Kabupaten Lebak disusun kembali menjadi:

* Distrik Rangkasbitung

* Distrik Lebak

* Distrik Sajira

* Distrik Parungkujang

* Distrik Cilangkahan

Kemudian pada 14 Agustus 1925, Pemerintah Hindia Belanda menetapkan Kabupaten Lebak sebagai daerah pemerintahan yang berdiri sendiri melalui Staatsblad Nomor 381 Tahun 1925.

Setelah Indonesia merdeka, keberadaan Kabupaten Lebak diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang pembentukan daerah-daerah kabupaten di lingkungan Provinsi Jawa Barat.

Ketika Provinsi Banten resmi dibentuk pada tahun 2000, Kabupaten Lebak menjadi salah satu dari empat kabupaten yang membentuk provinsi baru tersebut bersama Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Tangerang.

Meski telah berdiri sejak 1828, penetapan resmi Hari Jadi Kabupaten Lebak baru dilakukan melalui Keputusan DPRD Kabupaten Lebak Nomor 14/172.2/D-II/SK/X/1986.

Baca juga: Hari Jadi Kota Cilegon 27 April: Sejarah Lahirnya Kota Baja dari Bagian Kabupaten Serang Menjadi Daerah Otonom

Keputusan tersebut menetapkan bahwa 2 Desember 1828 merupakan Hari Jadi Kabupaten Lebak karena menjadi awal mula nama "Lebak" digunakan secara resmi dalam sistem pemerintahan dengan wilayah administratif yang jelas.

Kini Kabupaten Lebak dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan alam, budaya, serta potensi wisata yang besar. Kawasan seperti Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Taman Nasional Ujung Kulon bagian utara, Baduy, Pantai Sawarna, hingga Geopark Bayah Dome menjadi aset penting yang terus dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Lebak tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum refleksi atas perjalanan sejarah panjang daerah tersebut sekaligus memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat untuk membangun Lebak yang lebih maju, berdaya saing, dan tetap menjaga nilai-nilai budaya serta kearifan lokal yang diwariskan para leluhur.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU