Hari Jadi Kabupaten Pandeglang: Menelusuri Jejak Sejarah Berdirinya Kota Sejuta Pesona di Ujung Barat Pulau Jawa
BANTEN – Setiap tanggal 1 April, masyarakat Kabupaten Pandeglang memperingati Hari Jadi Kabupaten Pandeglang sebagai momentum mengenang lahirnya pemerintahan daerah yang kini menjadi salah satu kabupaten terbesar di Provinsi Banten. Tahun 2026, Kabupaten Pandeglang genap berusia 152 tahun, terhitung sejak 1 April 1874.
Peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi perjalanan panjang daerah yang memiliki kekayaan sejarah, budaya, alam, serta peran penting dalam perkembangan wilayah Banten sejak masa Kesultanan hingga Indonesia merdeka. Sabtu, 18 Juli 2026.
Awal Mula Terbentuknya Kabupaten Pandeglang
Sejarah Pandeglang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang **Kesultanan Banten** yang berdiri pada abad ke-16. Saat itu, wilayah Pandeglang menjadi bagian penting dari kekuasaan Kesultanan Banten, terutama sebagai kawasan pertanian, perdagangan, dan jalur penghubung menuju pesisir selatan Pulau Jawa.
Setelah Kesultanan Banten mengalami kemunduran dan akhirnya berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda, pemerintah Hindia Belanda mulai melakukan penataan administrasi wilayah.
Baca juga: Polres Metro Tangerang Kota Sabet Juara Umum Lomba PKS dan Juara 2 Pocil Polda Metro Jaya 2026
Berdasarkan Staatsblad Nederlandsch-Indië Nomor 81 Tahun 1828, wilayah Keresidenan Banten dibagi menjadi tiga kabupaten, yaitu:
* Kabupaten Serang
* Kabupaten Lebak
* Kabupaten Caringin
Pada masa tersebut, wilayah Pandeglang masih menjadi bagian dari Kabupaten Caringin dan berstatus sebagai pusat pemerintahan distrik.
Lahirnya Kabupaten Pandeglang
Tonggak sejarah berdirinya Kabupaten Pandeglang terjadi ketika Pemerintah Hindia Belanda menerbitkan **Staatsblad Nomor 73 Tahun 1874** berdasarkan keputusan tanggal 1 Maret 1874 yang mulai berlaku 1 April 1874.
Melalui ketetapan tersebut, wilayah Pandeglang resmi ditetapkan sebagai sebuah kabupaten yang berdiri sendiri.
Pada awal pembentukannya, Kabupaten Pandeglang terdiri atas sembilan distrik atau kewedanaan, yakni:
* Pandeglang
* Baros
* Ciomas
* Kolelet
* Cimanuk
* Caringin
* Panimbang
* Menes
* Cibaliung
Pembentukan struktur administrasi tersebut menjadi awal lahirnya pemerintahan Kabupaten Pandeglang sebagaimana dikenal hingga saat ini. ([Kabar Pandeglang Online][3])
Silsilah Terbentuknya Kabupaten Pandeglang
Secara historis, perjalanan terbentuknya Kabupaten Pandeglang dapat dirangkum sebagai berikut:
Masa Kesultanan Banten (Abad XVI–XVIII)
* Wilayah Pandeglang menjadi bagian dari Kesultanan Banten.
* Berfungsi sebagai daerah pertanian, perkebunan, dan jalur perdagangan.
* Berdasarkan Staatsblad Nomor 81 Tahun 1828, wilayah Banten dibagi menjadi tiga kabupaten.
* Pandeglang masih menjadi pusat pemerintahan distrik di bawah Kabupaten Caringin.
* Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan keputusan pembentukan Kabupaten Pandeglang melalui Staatsblad Nomor 73 Tahun 1874.
* Keputusan tersebut resmi berlaku.
* Kabupaten Pandeglang mulai menjalankan pemerintahan sebagai kabupaten tersendiri. ([Cerita Kita][4])
* Pemerintah kolonial kembali menetapkan batas wilayah Kabupaten Pandeglang sehingga status administratifnya semakin kuat sebagai daerah pemerintahan mandiri.
* Pemerintah Kabupaten Pandeglang menetapkan secara resmi **1 April 1874** sebagai Hari Jadi Kabupaten Pandeglang melalui **Peraturan Daerah Tingkat II Pandeglang Nomor 05/Dp.030/PD Tahun 1982**, berdasarkan hasil penelitian Panitia Sejarah yang dibentuk pada tahun 1978.
Asal Usul Nama Pandeglang
Terdapat beberapa pendapat mengenai asal-usul nama "Pandeglang". Pendapat yang paling populer menyebutkan bahwa nama tersebut berasal dari istilah **"Pandai Gelang"**, yakni tempat para pandai besi membuat gelang dan berbagai perlengkapan logam pada masa Kesultanan Banten.
Legenda ini berkaitan dengan keberadaan seorang pandai besi terkenal di wilayah Kadu Pandak yang dipercaya menjadi asal mula penyebutan nama Pandeglang.
Saat ini Kabupaten Pandeglang dikenal sebagai daerah dengan kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Wilayah ini memiliki kawasan wisata unggulan seperti:
* Taman Nasional Ujung Kulon
* Gunung Karang
* Pantai Carita
* Tanjung Lesung
* Pulau Peucang
* Pantai Panimbang
Selain sektor pariwisata, Pandeglang juga menjadi daerah penghasil komoditas pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan yang menopang perekonomian masyarakat Banten.
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pandeglang menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah merupakan hasil perjuangan panjang para pendahulu dalam membangun pemerintahan, menjaga budaya, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan usia yang telah mencapai **152 tahun**, Kabupaten Pandeglang diharapkan terus berkembang sebagai daerah yang maju, berdaya saing, serta mampu menjaga warisan sejarah dan budaya yang menjadi identitas masyarakatnya.
Hari jadi bukan hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga menjadi semangat untuk melanjutkan pembangunan menuju Pandeglang yang lebih maju, religius, sejahtera, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan