BANTEN – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mencatat sebanyak 8.727 sasaran penerima memilih menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat. Meski demikian, program tersebut tetap berjalan dan hingga Mei 2026 telah menjangkau 231.860 penerima manfaat dari berbagai jenjang pendidikan.
Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Serang, Yudi Suryadi, mengatakan jumlah sasaran penerima MBG di Kota Serang mencapai 239.354 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 231.860 orang telah menerima manfaat program, sementara 8.727 orang tercatat menolak.
Baca juga: Komplotan Pencuri Kabel Sinyal KAI Dibekuk, Libatkan Mantan Pekerja Pemasangan Kabel
"Data sampai Mei 2026, yang sudah menerima sebanyak 231.860 orang. Sementara yang menolak sebanyak 8.727 orang," ujar Yudi, Rabu, 3 Juni 2026.
Berdasarkan data sementara, penolakan terbanyak berasal dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dengan jumlah 7.046 siswa. Selanjutnya dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 1.584 siswa, dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 97 siswa.
Yudi menjelaskan, program MBG tidak bersifat wajib sehingga keputusan untuk mengikuti atau menolak program diserahkan kepada kesepakatan antara pihak sekolah dan orang tua siswa.
Menurutnya, sejumlah sekolah kemungkinan telah memiliki program penyediaan makanan sendiri atau sudah terbiasa menggunakan layanan katering sehingga memilih tidak mengikuti program MBG.
Baca juga: Gaji Ketiga Belas ASN Kota Serang Segera Cair, Apakah P3K dan P3K Paruh Waktu Dapat
"Ini tidak diwajibkan. Tergantung kesepakatan antara pihak sekolah dan orang tua. Mungkin ada sekolah yang sudah memiliki program sendiri atau sudah terbiasa menggunakan katering tertentu," katanya.
Ia menegaskan Pemkot Serang tidak akan memaksakan sekolah maupun orang tua siswa untuk mengikuti program tersebut. Pemerintah daerah tetap terbuka terhadap berbagai pilihan yang diambil masyarakat.
"Pada prinsipnya pemerintah daerah terbuka. Sasaran utama program ini sebenarnya masyarakat yang membutuhkan. Kalau yang sudah mampu dan mandiri, tentu tidak menjadi persoalan," tambahnya.
Sementara itu, penerima MBG di Kota Serang tersebar pada berbagai jenjang pendidikan, yakni TK, RA, dan PAUD sebanyak 18.358 orang, SD dan MI sebanyak 82.120 orang, SMP dan MTs sebanyak 34.746 orang, serta SMA, SMK, dan MA sebanyak 32.922 orang.
Selain itu, program juga menyasar 6.490 santri pondok pesantren, 55.568 orang dari kelompok B3, serta 1.656 tenaga pendidik yang saat ini baru berasal dari satu kecamatan. Pemkot Serang juga masih melakukan verifikasi data sejumlah pondok pesantren yang memiliki jenjang pendidikan formal.
Baca juga: Hidroponik: Tren Pertanian Yang Diminati Petani Generasi Muda
Untuk mendukung pelaksanaan program, saat ini terdapat **95 dapur MBG** yang telah beroperasi di Kota Serang. Meski demikian, beberapa dapur terkadang menghentikan operasional sementara karena alasan tertentu. Jika hal itu terjadi, distribusi makanan akan dialihkan ke dapur lain agar pelayanan tetap berjalan.
"Kalau ada dapur yang sementara off, biasanya pelaksanaannya dialihkan ke dapur lain agar pelayanan tetap berjalan," tutup Yudi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan