Minggu, 29 MARET 2026 • 13:32 WIB

Ragam Tradisi Masyarakat Kabupaten Tangerang Usai Hari Raya Idul Fitri

Author

Kumpul bersama keluarga di momentum Lebaran (Doc.Mamo Erfanto)

BANTEN – Setelah perayaan Idul Fitri, masyarakat di Kabupaten Tangerang masih melanjutkan berbagai tradisi yang sarat makna kebersamaan dan silaturahmi. Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari budaya lokal, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga. Minggu, 29 Maret 2026.

Berikut sejumlah tradisi yang kerap dilakukan masyarakat usai Lebaran:

1. Halal Bihalal

Tradisi ini menjadi agenda utama pasca-Lebaran. Warga berkumpul di lingkungan RT, RW, kantor, hingga komunitas untuk saling bermaafan. Halal bihalal biasanya diisi dengan doa bersama dan ramah tamah.

Baca juga: Mengenal Tradisi Masyarakat Kabupaten Lebak Usai Hari Raya Idul Fitri

2. Ziarah Kubur

Masyarakat Tangerang juga melanjutkan tradisi ziarah ke makam keluarga. Selain mendoakan almarhum, kegiatan ini menjadi momen refleksi dan pengingat akan kehidupan.

3. Open House dan Silaturahmi

Selain saat hari H, kunjungan ke rumah kerabat dan tetangga masih terus berlangsung beberapa hari setelah Lebaran. Tradisi ini dikenal dengan istilah “ngider” atau berkeliling untuk menjaga tali silaturahmi.

4. Wisata Keluarga

Memanfaatkan libur panjang, warga ramai mengunjungi tempat wisata bersama keluarga. Salah satu destinasi favorit adalah kawasan pesisir seperti Pantai Tanjung Pasir yang selalu dipadati pengunjung.

5. Makan Bersama Keluarga Besar

Tradisi makan bersama masih berlangsung pasca-Lebaran. Menu khas seperti ketupat, opor ayam, hingga rendang tetap disajikan sebagai simbol kebersamaan.

Baca juga: Ragam Tradisi Masyarakat Kabupaten Pandeglang Turun Temurun Usai Hari Raya Idul Fitri

6. Arisan dan Pertemuan Warga

Beberapa hari setelah Lebaran, kegiatan sosial seperti arisan atau pertemuan warga kembali digelar. Biasanya, suasana masih kental dengan nuansa Lebaran, lengkap dengan hidangan khas.

Tradisi-tradisi tersebut menjadi bukti bahwa semangat Idul Fitri tidak hanya berhenti di hari perayaan, tetapi terus berlanjut dalam kehidupan sosial masyarakat. Selain mempererat hubungan, tradisi ini juga menjaga nilai-nilai kebersamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU