Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 21:35 WIB

Operasi SAR Hari Keenam KM Marina 7 Masih Nihil, Dua ABK Dalam Pencarian

Author

Ops SAR Banten Hari Keenam KM Marina 7 (Doc.Mamo Erfanto)

BANTEN– Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten kembali melanjutkan Operasi Search and Rescue (SAR) hari keenam terhadap kecelakaan kapal nelayan KM Marina 7 yang terbakar di perairan barat Pulau Ular, Kecamatan Ciwandan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Selasa, 24 Februari 2026.

Operasi pencarian ini merupakan tindak lanjut atas insiden kebakaran kapal yang melibatkan puluhan awak kapal. Berdasarkan data resmi yang dihimpun tim SAR, total korban dalam peristiwa tersebut berjumlah 31 orang. Dari jumlah itu, 28 orang dinyatakan selamat, 1 orang meninggal dunia, dan 2 orang masih dalam pencarian (DP).

Baca juga: Komitmen Bersih Narkoba, Polres Metro Tangerang Kota Gelar Tes Urine Mendadak

Dua korban yang hingga kini belum ditemukan masing-masing bernama Rendi dan Ahmad, yang diketahui merupakan Anak Buah Kapal (ABK) KM Marina 7.

Kepala Sub Seksi Siaga dan Operasi Basarnas Banten, Rizky Dwianto, menyampaikan bahwa pada pelaksanaan Operasi SAR hari keenam (H.6), Tim SAR Gabungan memulai briefing pada pukul 07.00 WIB.

"Area pencarian diperluas hingga mencapai 116 Nautical Mile (NM²). Metode pencarian dilakukan menggunakan pola creeping sejauh 94 NM dengan jarak antar lintasan 0,5 NM untuk memaksimalkan penyisiran wilayah perairan".

Selain itu, tim juga mengoperasikan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 guna menyisir area laut yang diperkirakan menjadi lokasi hanyutnya korban, lanjutnya.

Namun hingga debriefing dan evaluasi yang dilakukan pada pukul 17.00 WIB, hasil pencarian masih nihil. Dengan demikian, operasi SAR diputuskan untuk dilanjutkan kembali pada Rabu (25/2/2026) pukul 07.00 WIB.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan selain pencarian langsung di laut, Tim SAR Gabungan juga melakukan koordinasi intensif dengan Vessel Traffic Service Merak untuk menyebarluaskan E-Broadcast kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian.

"Langkah ini bertujuan agar setiap kapal yang melintas dapat segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban di perairan sekitar".

Baca juga: Ribuan Kader Muhammadiyah Ikuti Pengkajian Ramadhan di UMT

Tak hanya itu, koordinasi juga dilakukan dengan Kantor SAR Jakarta guna memantau wilayah Kepulauan Seribu yang berpotensi menjadi arah hanyut korban berdasarkan SAR Map dan analisis pergerakan arus laut.

Operasi SAR hari keenam ini melibatkan berbagai unsur, antara lain:

* Unit Siaga SAR Pandeglang

* Unit Siaga SAR Merak

* VTS Merak

* Polairud Polda Banten

* BPBD Kabupaten Serang

Sementara itu, sejumlah alutsista dan peralatan yang digunakan dalam operasi ini meliputi Rescue Car, RIB 02 BTN, peralatan SAR air, perlengkapan medis, perangkat komunikasi, serta berbagai peralatan pendukung lainnya.

Selama pelaksanaan operasi, kondisi cuaca terpantau berawan dengan tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1 meter. Kondisi tersebut dinilai masih memungkinkan untuk pelaksanaan pencarian secara optimal di wilayah perairan barat Pulau Ular, Kecamatan Ciwandan, Kabupaten Serang.

Baca juga: Berikut Jadwal Terbaru Mobil Samsat Keliling 2026 Kota Tangerang Selatan

Basarnas melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten menegaskan komitmennya untuk terus melakukan upaya pencarian secara maksimal hingga seluruh korban KM Marina 7 berhasil ditemukan.

Operasi SAR akan terus dievaluasi setiap hari dengan mempertimbangkan perkembangan cuaca, arus laut, serta hasil analisis SAR Map guna mempersempit area pencarian dan meningkatkan efektivitas penyisiran tandasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU