BANTEN — Kota Tangerang Selatan (Tangsel) semakin menjadi sorotan publik dan pemerhati urban karena pertumbuhan wilayahnya yang pesat, karakter demografis yang dinamis, serta peran strategisnya di kawasan metropolitan Jabodetabek. Berikut ini ulasan lengkap berdasarkan data resmi pemerintah dan lembaga statistik terbaru.
Kota Tangerang Selatan berada di bagian timur Provinsi Banten, Indonesia, dan termasuk dalam wilayah metropolitan Jabodetabet yang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan mobilitas manusia di Pulau Jawa.
Secara koordinat, Tangsel terletak antara 06°13’30” – 06°22’30” Lintang Selatan dan 106°38’00” – 106°47’00” Bujur Timur. Luas wilayah administrasinya mencapai 16.485,47 hektar atau sekitar164,85 km², mencakup permukiman, kawasan bisnis, dan area terencana seperti BSD City, Alam Sutera, dan Bintaro Jaya.
Topografi wilayah umumnya datar sampai landai, dengan elevasi rata-rata sekitar 45,83 meter di atas permukaan laut, mencerminkan kondisi ideal untuk pengembangan kota dan infrastruktur.
Batas administratif Kota Tangerang Selatan menjadi titik penting dalam pembentukan kebijakan tata ruang, transportasi, dan pertumbuhan ekonomi. Secara rinci, batas wilayahnya adalah sebagai berikut.
Utara: berbatasan dengan Kota Tangerang. Timur: berbatasan langsung dengan Provinsi DKI Jakarta.
Selatan: berbatasan dengan Kabupaten Bogor dan Kota Depok (Jawa Barat).
Barat: berbatasan dengan Kabupaten Tangerang (Provinsi Banten).
Penetapan batas ini memperkuat posisi Tangsel sebagai penghubung strategis antara Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, sekaligus sebagai area perlintasan utama jaringan infrastruktur nasional.
Kota Tangerang Selatan terdiri dari 7 kecamatan administratif dan 54 kelurahan, dengan pembagian wilayah sebagai unit pemerintahan paling bawah yang melayani masyarakat langsung.
Baca juga: Profil Lengkap Kota Serang: Letak Geografis, Batas Wilayah Administrasi, Demografi Penduduk
Ketujuh kecamatan tersebut meliputi:
1. Serpong
2. Serpong Utara
3. Ciputat
4. Ciputat Timur
5. Pamulang
6. Pondok Aren
7. Setu
Menurut data resmi publikasi pemerintah dan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Kota Tangerang Selatan pada pertengahan 2024 mencapai sekitar 1,429,529 jiwa, terdiri atas 712,409 laki-laki dan 717,120 perempuan. Tingkat kepadatan penduduk mencapai sekitar 8.672 jiwa/km².
Angka ini menunjukkan Tangsel sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang signifikan di kawasan Jabodetabek, sejalan dengan urbanisasi dan migrasi dari wilayah lain.
Baca juga: Letak Geografis, Batas Wilayah Administratif & Demografi Penduduk Kabupaten Serang Banten
Struktur usia penduduk Kota Tangerang Selatan menunjukkan karakter demografis yang produktif dan dominan usia muda:
Usia produktif (15–59 tahun): sekitar 67,87% atau sekitar 970,280 jiwa.
*Anak-anak (0–14 tahun): sekitar 22,30%atau sekitar 318,810 jiwa.
Penduduk lansia (60 tahun ke atas): sekitar 9,82% atau sekitar 140,450 jiwa.
Kondisi ini mencerminkan bonus demografi, di mana angka penduduk usia produktif jauh lebih tinggi dibanding kelompok usia non-produktif, menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja di masa datang.
Data tambahan menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk Kota Tangerang Selatan telah mengenyam pendidikan menengah ke atas:
sekitar 30,86% penduduk memiliki pendidikan SMA/sederajat. Sekitar 13,25% telah menyelesaikan Sarjana (S1), sementara 1,43%memiliki gelar Magister (S2), dan 0,11% adalah Doktor (S3).
Namun masih terdapat segmen masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan dasar atau tidak pernah sekolah, yang menjadi perhatian dalam program peningkatan kualitas SDM wilayah.
Dengan letak geografis yang dekat dengan pusat ibu kota negara dan berada pada jalur strategis antardaerah, Tangsel terus mengalami perkembangan pesat dari segi ekonomi, sosial, dan infrastruktur. Perkembangan kawasan perumahan dan pusat bisnis turut mendorong migrasi penduduk dan pertumbuhan ekonomi lokal yang signifikan.
Namun, tantangan terkait penyediaan layanan publik yang merata, peningkatan kualitas pendidikan, serta tata ruang yang berkelanjutan tetap menjadi fokus kebijakan pemerintah kota untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Kota Tangerang Selatan merupakan kota metropolitan dengan posisi geografis strategis di Provinsi Banten, berbatasan langsung dengan DKI Jakarta, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok. Dengan jumlah penduduk lebih dari 1,4 juta jiwa, struktur demografinya menunjukkan dominasi usia produktif dan potensi bonus demografi yang tinggi. Tantangan dan peluang pertumbuhan menjadi fokus utama pembangunan berkelanjutan Tangsel di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan