Selasa, 10 FEBRUARI 2026 • 10:31 WIB

Melihat Aktifitas Warga Tionghoa Di Kelapa Dua Kota Serang Jelang Imlek

Author

Kampung tionghoa Kelapa Dua Kota Serang (Doc.Antara foto)

BANTEN – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, tradisi warga Tionghoa di Kota Serang, Banten, masih terjaga dengan kuat. Di kawasan Mangga Dua Serang, khususnya di Kelurahan Lopang, Kecamatan Serang, berbagai ritual dan persiapan budaya rutin dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur sekaligus penyambutan tahun baru dengan penuh harapan.

Salah satu tradisi yang masih dijalankan secara konsisten adalah cuci rupang, yakni ritual pembersihan patung dewa dan dewi. Tradisi ini biasanya dilakukan sepekan sebelum Imlek di vihara-vihara setempat, salah satunya di Vihara Cetya Kwan Ti Kong Lopang. Ritual ini melambangkan penyucian diri dari energi negatif serta kesiapan menyongsong tahun baru dengan hati dan pikiran yang bersih.

Baca juga: Pekan Panutan Pajak Wali Kota Tangerang Dorong ASN Jadi Teladan Kepatuhan Pajak

Selain cuci rupang, warga Tionghoa di Serang juga melakukan bersih-bersih rumah dan kelenteng. Pembersihan menyeluruh ini dipercaya dapat membuang kesialan di tahun sebelumnya dan membuka pintu rezeki serta keberuntungan di tahun yang akan datang.

Menjelang Imlek, aktivitas sembahyang bersama juga meningkat. Warga mendatangi vihara dan kelenteng terdekat untuk bersyukur atas berkah di tahun lalu sekaligus memanjatkan doa agar diberikan kedamaian, kesehatan, dan kemakmuran di tahun baru.

Dari sisi kuliner, berbagai makanan khas Imlek mulai disiapkan. Kue keranjang, manisan segi delapan, serta buah jeruk menjadi sajian wajib yang sarat makna simbol kemakmuran dan keberuntungan. Tak ketinggalan, rumah-rumah dan lingkungan vihara dihiasi dengan nuansa merah, seperti lampion dan chunlian atau bait puisi merah, yang dipercaya mampu mengusir roh jahat dan membawa kebahagiaan.

Baca juga: Kriminalisasi Masih Terjadi Jurnalis Banten Gelar Unjuk Rasa Dimomen HPN 2026

Antusiasme warga juga terlihat dari aktivitas belanja kebutuhan Imlek. Selain di pusat perbelanjaan lokal Kota Serang, sebagian warga menjadikan ITC Mangga Dua sebagai rujukan untuk membeli pakaian baru dan pernak-pernik khas Imlek.

Tak hanya ritual dan persiapan budaya, kesenian tradisional Tionghoa juga masih hidup di tengah masyarakat Serang. Barongsai dan tarian naga (liong) rutin dimainkan saat hari-hari besar China, termasuk Imlek. Di kawasan yang berdiri Vihara Sukhavati sejak 2004, warga setempat secara gotong royong merawat kesenian barongsai sebagai bagian dari budaya bersama.

Menjelang Imlek, gang-gang permukiman padat di Jalan Kapten Suwando kerap dipenuhi suara tabuhan tambur. Setiap sore, warga dari berbagai usia, baik tua maupun muda, berlatih barongsai dan liong sebagai bentuk penyambutan datangnya musim semi.

Secara umum, rangkaian tradisi Imlek ini tidak hanya menjadi wujud pelestarian budaya leluhur, tetapi juga mempererat kebersamaan keluarga serta memperkuat kerukunan antarwarga di Kota Serang yang majemuk.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU