BANTEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mengumumkan bahwa Provinsi Banten telah menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi selama 90 hari ke depan.
Untuk diketahui bahwa Hidrometeorologi adalah cabang dari meteorologi terapan yang berfokus pada siklus hidrologi, keseimbangan air, serta analisis statistik curah hujan intensif. Bidang ini mencakup studi tentang interaksi antara proses atmosfer dan hidrologi, terutama yang berkaitan dengan pergerakan, distribusi, dan intensitas presipitasi. Ahli hidrometeorologi membuat dan menyampaikan prakiraan mengenai jumlah presipitasi yang terakumulasi, intensitas hujan dan salju, serta memetakan wilayah yang berpotensi mengalami banjir bandang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, menyampaikan langkah teknis antisipasi bencana. Ia mengumumkan bahwa Provinsi Banten telah menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi selama 90 hari ke depan.
Baca juga: Bangun Sinergi BUMD Dengan Media, Perumda Tirta Benteng Kunjungi Pokja WHTR
Baca juga: Satgas DPP Terumbu Banten Nyatakan Perang terhadap Premanisme Matel Jalanan
Penetapan status ini merujuk pada rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta mencakup wilayah-wilayah strategis seperti Kota Tangerang dan Kabupaten Pandeglang.
Lutfi menjelaskan, meskipun Banten masuk dalam kategori zona hijau menurut BMKG, peningkatan kewaspadaan tetap diperlukan sebagai langkah preventif terhadap potensi banjir dan tanah longsor. Kamis, 18 Desember 2025.
“Kalau kita sudah bersiaga, Insya Allah penanganannya juga akan lebih efektif karena kita sudah melakukan mitigasi sejak awal,” ujar Lutfi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan