Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 21 JULI 2026 • 12:05 WIB

Menelusuri Jejak Arsitektur Cagar Budaya Bersejarah di Kota Serang

Menelusuri Jejak Arsitektur Cagar Budaya Bersejarah di Kota SerangMasjid Agung Banten (Doc.Mamo Erfanto)

BANTEN- Kota Serang merupakan salah satu daerah yang menyimpan warisan budaya paling penting di Provinsi Banten. Sebagian besar situs cagar budaya berada di kawasan Banten Lama yang pernah menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Banten pada abad ke-16 hingga ke-18. Selain memiliki nilai sejarah, bangunan-bangunan tersebut juga menyimpan kekayaan arsitektur yang memperlihatkan perpaduan budaya Nusantara, Islam, Tiongkok, Eropa, hingga Timur Tengah. Hingga kini, puluhan objek cagar budaya telah terdata sebagai bagian dari inventaris cagar budaya di Kota Serang.

Masjid Agung Banten.

Masjid Agung Banten merupakan ikon utama Kota Serang sekaligus cagar budaya peringkat nasional. Dibangun pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin sekitar tahun 1552, masjid ini menampilkan perpaduan arsitektur Jawa, Tiongkok, dan Eropa. Selasa, 21 Juli 2026.

Nilai Arsitektur pada masjid mulai dari atap bertumpang lima melambangkan filosofi Islam dan merupakan ciri khas masjid kuno Nusantara.

* Menara setinggi sekitar 24 meter memiliki bentuk menyerupai mercusuar yang dipengaruhi arsitektur Belanda.

* Bangunan utama menggunakan konstruksi tradisional dengan ruang salat yang luas tanpa kubah besar sebagaimana masjid modern.

* Kompleks masjid juga memiliki paviliun bergaya Belanda yang dirancang oleh arsitek Hendrick Lucasz Cardeel.

Masjid ini menjadi bukti akulturasi budaya yang berkembang di pelabuhan internasional Kesultanan Banten.

Menara Masjid Agung Banten.

Menara ini berdiri terpisah dari bangunan utama masjid dan menjadi salah satu landmark paling terkenal di Banten.Menelusuri Jejak Arsitektur Cagar Budaya Bersejarah di Kota SerangMenara Masjid Agung Banten (Doc.Mamo Erfanto)

Nilai Arsitektur

* Berbentuk silinder menyerupai mercusuar Eropa.

* Memiliki tangga spiral di bagian dalam.

* Berfungsi sebagai tempat mengumandangkan azan sekaligus menara pengawas pelabuhan pada masa Kesultanan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Menelusuri Jejak Arsitektur Cagar Budaya Bersejarah di Kota Serang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!