Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 01 JUNI 2026 • 11:38 WIB

Menjadi Korban Pengeroyokan di Lingkungan Kampus UNIBA, Mahasiswa Tempuh Jalur Hukum

Menjadi Korban Pengeroyokan di Lingkungan Kampus UNIBA, Mahasiswa Tempuh Jalur HukumMahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bina Bangsa, Serang yang menjadi korban pengeroyokan (Doc.Mamo Erfanto)

BANTEN – Ruang kampus yang seharusnya menjadi tempat aman bagi mahasiswa kembali dipertanyakan. Seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bina Bangsa, Ian Caesar Fransisco Sinaga, diduga menjadi korban pengeroyokan yang melibatkan sejumlah mahasiswa saat berlangsungnya kegiatan hiburan musik RILAYA yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bina Bangsa di lingkungan FKIP Universitas Bina Bangsa, Sabtu (30/5/2026) malam.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari korban dan sejumlah saksi, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB saat acara musik tengah berlangsung. Korban mengaku awalnya datang ke lokasi hanya untuk menyaksikan penampilan musik bersama mahasiswa lainnya.

Menurut pengakuan Ian, peristiwa bermula ketika dirinya berjoget di tengah keramaian konser. Saat itu ia mengaku di senggol-senggol oleh seorang mahasiswa yang kemudian diidentifikasi sebagai terduga pelaku berinisial B. Korban menduga mahasiswa tersebut berada dalam pengaruh alkohol.

Tidak lama setelah itu, korban mengaku diajak berkelahi sebelum akhirnya mendapatkan pukulan dan menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah orang.

Baca juga: Sanggar Seni di Kota Tangerang Selatan, Ruang Kreativitas yang Terus Tumbuh

"Saya tiba-tiba dipukul dan dikeroyok oleh banyak orang hingga terjatuh. Karena jumlahnya banyak, saya tidak sempat mengenali seluruh pelaku," ujar Ian.

Korban mengaku hanya sempat mengenali beberapa orang yang diduga terlibat, yakni mahasiswa berinisial B, K, dan E, sementara identitas lainnya masih belum diketahui secara pasti.

Akibat kejadian tersebut, Ian mengaku mengalami sejumlah luka dan telah menjalani visum. Ia juga telah membuat laporan resmi ke Polresta Serang Kota guna menempuh jalur hukum.

"Saya berharap kasus ini diusut tuntas agar tidak ada lagi korban berikutnya dan tidak ada ruang bagi tindakan premanisme di lingkungan perguruan tinggi," katanya.

Keterangan serupa disampaikan oleh panitia kegiatan, M. Wasal Falah, yang berada di lokasi kejadian. Menurutnya, keributan bermula setelah terjadi perselisihan antara korban dan beberapa orang yang berada di sekitar lokasi acara.

M. Wasal Falah mengaku sempat berupaya melerai, namun situasi sulit dikendalikan karena banyaknya orang yang terlibat.

"Kami sudah berusaha melerai secara profesional. Namun jumlah orang yang terlibat cukup banyak dan bahkan ada perlawanan ketika proses peleraian dilakukan," ujarnya.

Baca juga: Sanggar Seni di Kota Tangerang Tetap Jadi Ruang Kreatif Generasi Muda

Menurut M. Wasal Falah, korban mengalami luka lebam di wajah, luka robek di kepala, serta memar di beberapa bagian tubuh sebelum akhirnya dibawa untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, seorang mahasiswa yang juga merupakan teman korban sekaligus saksi, Esa Fajriansyah, menyebut bahwa ketegangan diduga sudah terlihat sejak salah satu grup musik tampil di atas panggung.

Menurut keterangannya, salah satu terduga pelaku beberapa kali mendekati korban sebelum akhirnya terjadi kontak fisik yang memicu keributan. Meski sempat dilerai oleh panitia, situasi kembali memanas hingga berujung pada dugaan pengeroyokan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Menjadi Korban Pengeroyokan di Lingkungan Kampus UNIBA, Mahasiswa Tempuh Jalur Hukum

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!