Klub sepak Bola Persic Cilegon (Doc.Mamo Erfanto)
BANTEN— Sepak bola terus menjadi denyut nadi olahraga masyarakat di Cilegon. Kota industri yang dikenal sebagai “Kota Baja” ini tidak hanya kuat dalam sektor ekonomi, tetapi juga memiliki semangat tinggi dalam membangun identitas melalui olahraga, khususnya sepak bola. Sejumlah klub lahir, berkembang, bahkan mengalami transformasi besar seiring perjalanan waktu.
Dalam beberapa tahun terakhir, setidaknya ada dua klub yang kerap disebut sebagai representasi sepak bola lokal Cilegon, yakni Persigon Cilegon dan Persic Cilegon. Keduanya menjadi bagian penting dalam ekosistem pembinaan sepak bola daerah, di bawah naungan Asosiasi Kota (Askot) PSSI Cilegon. Senin, 13 April 2026.
Persigon Cilegon menjadi salah satu klub yang mencuri perhatian publik sepak bola Banten. Berdiri pada 2020, klub ini hadir sebagai wajah baru sepak bola Kota Cilegon yang mencoba membangun identitas dari akar lokal. Dengan julukan “Laskar Kota Baja”, Persigon membawa semangat baru dalam kompetisi kasta bawah nasional.
Baca juga: PERSERANG Klub Sepak Bola Kebanggan Masyarakat Kabupaten Serang
Meski tergolong muda, Persigon menunjukkan komitmen untuk berkembang. Mereka aktif mengikuti kompetisi Liga 4 Indonesia, yang menjadi ajang pembinaan sekaligus batu loncatan menuju level yang lebih tinggi. Klub ini juga memanfaatkan Stadion Krakatau Steel sebagai markas, yang menjadi simbol kuat keterkaitan antara industri dan olahraga di kota tersebut.
Keberadaan Persigon tidak hanya soal kompetisi, tetapi juga tentang membangun kebanggaan masyarakat. Dukungan suporter lokal menjadi energi penting dalam perjalanan klub ini. Persigon perlahan mencoba menanamkan identitas sebagai tim yang benar-benar mewakili warga Cilegon.
Selain Persigon, Persic Cilegon juga menjadi kekuatan lain dalam peta sepak bola lokal. Klub ini dikenal memiliki konsistensi dalam pembinaan pemain dan partisipasi di kompetisi regional. Bahkan, Persic sempat menorehkan prestasi dengan menjuarai Liga 4 zona Banten pada musim 2024–2025.
Baca juga: Klub Sepak Bola Milik Kota Serang: Identitas Lokal yang Terus Berkembang
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan tidak sia-sia. Persic dikenal cukup aktif dalam menjaring talenta muda dari berbagai wilayah di Cilegon dan sekitarnya. Klub ini juga menjadi wadah bagi pemain lokal untuk menunjukkan kemampuan mereka sebelum melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
Dalam konteks sepak bola daerah, Persic dan Persigon bisa disebut sebagai dua pilar utama yang saat ini menopang eksistensi sepak bola Kota Cilegon. Keduanya tidak hanya bersaing, tetapi juga saling melengkapi dalam membangun ekosistem yang sehat.
Jika menengok ke belakang, nama Cilegon United tentu tidak bisa dilepaskan dari sejarah sepak bola kota ini. Klub yang berdiri pada 2012 tersebut sempat menjadi kebanggaan masyarakat Cilegon. Bahkan, Cilegon United pernah berkompetisi di Liga 2 Indonesia dan menjadi salah satu tim yang cukup diperhitungkan.
Namun, perjalanan klub ini mengalami perubahan besar ketika diakuisisi oleh pihak swasta. Cilegon United kemudian bertransformasi menjadi RANS Cilegon FC, sebelum akhirnya kembali berganti nama menjadi RANS Nusantara FC.
Baca juga: PUPR Kota Serang: Perbaikan Jalur Alun-Alun Tunggu Revitalisasi
Transformasi ini membawa konsekuensi besar. Identitas lokal yang sebelumnya melekat kuat mulai memudar, seiring perubahan kepemilikan dan arah manajemen klub. Meski secara profesional klub tersebut berkembang, keterkaitannya dengan Kota Cilegon sebagai basis utama menjadi tidak sekuat sebelumnya.
Bagi sebagian masyarakat, perubahan ini menyisakan kerinduan akan klub yang benar-benar merepresentasikan daerah. Hal inilah yang kemudian mendorong munculnya kembali klub-klub lokal seperti Persigon dan Persic.
Di balik keberadaan klub-klub tersebut, peran Askot PSSI Cilegon sangat penting. Organisasi ini menjadi motor penggerak pembinaan sepak bola di tingkat daerah. Mulai dari kompetisi usia dini, liga internal, hingga pembinaan pelatih dan wasit, semuanya berada dalam koordinasi PSSI Cilegon.
Ekosistem sepak bola di Cilegon sebenarnya cukup hidup. Banyak sekolah sepak bola (SSB) yang aktif mencetak pemain muda. Kompetisi lokal rutin digelar untuk menjaga ritme permainan sekaligus memberikan pengalaman bertanding bagi para pemain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan