Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 16 MARET 2026 • 14:14 WIB

Kisah Ibu Upi, Penjual Kopi Keliling di Pelabuhan Merak yang Mengais Rezeki dari Ramainya Arus Mudik Lebaran

Kisah Ibu Upi, Penjual Kopi Keliling di Pelabuhan Merak yang Mengais Rezeki dari Ramainya Arus Mudik LebaranIbu Upi pejaja kopi keliling Dipelabuhan Merak (Doc.Mamo Erfanto)

BANTEN– Momen arus mudik Lebaran selalu membawa berkah tersendiri bagi sebagian warga di sekitar kawasan Pelabuhan Merak. Salah satunya adalah Linda Indrawati atau yang akrab disapa Ibu Upi, seorang penjual kopi keliling yang telah bertahun-tahun menggantungkan hidup dari ramainya aktivitas pemudik. Senin, 16 Maret 2026.

Ibu Upi tampak berkeliling di sudut area parkir Dermaga Eksekutif menawarkan kopi hangat kepada para pemudik yang tengah mengantre untuk menyeberang ke Pulau Sumatra melalui Pelabuhan Eksekutif Merak.

Perempuan paruh baya asal Kampung Merak, Kota Cilegon ini dengan ramah menyapa para pemudik sambil membawa keranjang kecil berisi kopi sachet, mie instan, dan air panas.

Baca juga: Dukung Brand Lokal di BCF, Pemkot Serang Siapkan Alun-Alun Jadi Ikon Ekonomi Baru

Bagi sebagian orang, lapak sederhana itu mungkin terlihat biasa saja. Namun bagi Ibu Upi, tempat tersebut adalah sumber harapan untuk menyambung hidup dan menghidupi keluarganya.

Ibu Upi mengaku telah berjualan kopi keliling di kawasan pelabuhan sejak tahun 2008. Dengan peralatan sederhana, ia melayani siapa saja yang ingin menyeruput kopi hangat atau sekadar mengisi perut dengan mie instan.

Secangkir kopi sachet dijual seharga Rp5.000, sementara satu porsi Pop Mie rebus dibanderol Rp13.000. Bahkan bagi pelanggan yang hanya membutuhkan air panas, ia cukup mematok harga Rp4.000.

“Yang penting orang bisa ngopi atau makan hangat,” ujar Ibu Upi.

Baca juga: Terjadi Peningkatan Kendaraan Pemudik Pada H-7 Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak

Di balik setiap gelas kopi yang ia seduh, tersimpan kisah perjuangan seorang ibu yang tak kenal lelah.

Ibu Upi merupakan ibu dari enam orang anak dan kini telah memiliki enam cucu. Sementara anak bungsunya masih duduk di bangku SMP.

Cobaan hidup sempat datang ketika suami tercintanya meninggal dunia pada tahun 2014. Sejak saat itu, ia harus berjuang sendiri menjadi tulang punggung keluarga.

Namun perempuan tangguh ini tidak menyerah pada keadaan. Ia tetap membuka lapak kecilnya setiap hari di sekitar pelabuhan, berharap ada pelanggan yang datang.

Pendapatan Ibu Upi pun tidak selalu stabil. Saat kondisi pelabuhan ramai, ia bisa membawa pulang sekitar Rp450 ribu per hari.

Baca juga: Masuk Angleb 2026 Dua Sopir Bus AKAP di Terminal Terpadu Merak Positif Narkoba Saat Tes Urine

Namun ketika kondisi sepi, penghasilannya hanya berkisar Rp200 ribu. Bahkan terkadang hanya Rp150 ribu dalam sehari.

Meski begitu, ia tetap bersyukur dengan rezeki yang didapatkan dari berjualan kopi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kisah Ibu Upi, Penjual Kopi Keliling di Pelabuhan Merak yang Mengais Rezeki dari Ramainya Arus Mudik Lebaran

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!