Walikota Dan Wakil Walikota Tangerang Sachrudin–Maryono (Doc.Mus Mulyadi)
BANTEN– Genap satu tahun sejak dilantik pada 20 Februari 2025, kepemimpinan Sachrudin sebagai Wali Kota Tangerang bersama Maryono sebagai Wakil Wali Kota Tangerang mencatat berbagai capaian strategis di bidang ekonomi, ketahanan pangan, serta penguatan layanan publik berbasis digital di Kota Tangerang.
Memasuki tahun pertama masa jabatan, duet kepemimpinan ini dinilai berhasil meletakkan fondasi pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, stabilitas ekonomi daerah, dan percepatan transformasi birokrasi menuju tata kelola pemerintahan modern.
Baca juga: Kemacetan Truk Besar Setiap Tahun Di JLS Cilegon Saat Arus Mudik Belum Ada Solusi
Berdasarkan data resmi pemerintah daerah, pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang mengalami peningkatan dari 5,04 persen pada 2024 menjadi 5,20 persen pada 2025. Kenaikan ini menunjukkan stabilitas sekaligus optimisme pemulihan dan penguatan sektor-sektor produktif daerah.
Tidak hanya itu, angka kemiskinan juga tercatat menurun dari 5,43 persen menjadi 5,19 persen. Penurunan ini menjadi indikator bahwa program intervensi sosial dan ekonomi yang dijalankan pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil nyata.
Baca juga: Jalan Raya Serang–Jakarta Macet di Jam Sibuk, Berikut Titik Macet yang Perlu Diketahui Pemudik
Salah satu program unggulan yang berkontribusi signifikan adalah “Gerakan Gampang Sembako”, yakni inisiatif pemerintah kota dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pokok dan mempermudah akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar. Program ini telah menjangkau seluruh 13 kecamatan di Kota Tangerang dengan pola distribusi yang terintegrasi serta pengawasan harga yang lebih ketat.
Melalui kolaborasi dengan pelaku usaha, distributor, dan perangkat wilayah, pemerintah berupaya menjaga stabilitas pasokan serta menekan potensi inflasi daerah, khususnya pada momentum hari besar keagamaan.
Baca juga: Cikuasa Atas, Merak Jadi Titik Rawan Macet Saat Arus Mudik Lebaran, Ini Penyebab dan Antisipasinya
Di sektor ketahanan pangan, Pemerintah Kota Tangerang mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan urban farming atau pertanian perkotaan. Program ini diwujudkan melalui pembentukan dan pembinaan puluhan kelompok tani, kelompok wanita tani (KWT), hingga kelompok peternakan dan perikanan skala lingkungan.
Produksi komoditas lokal seperti sayuran hijau, cabai, tanaman obat keluarga (TOGA), hingga budidaya ikan air tawar menjadi bagian dari strategi memperkuat kemandirian pangan di tingkat keluarga dan komunitas.
Pendekatan berbasis komunitas ini tidak hanya berdampak pada ketersediaan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga, terutama di wilayah padat penduduk. Dengan konsep pemanfaatan lahan sempit dan teknologi pertanian sederhana, urban farming menjadi solusi adaptif di wilayah perkotaan.
Pemerintah juga memberikan pelatihan teknis, bantuan sarana produksi, serta pendampingan berkelanjutan guna memastikan keberlanjutan program.
Selain sektor ekonomi dan pangan, satu tahun kepemimpinan Sachrudin–Maryono juga ditandai dengan akselerasi transformasi digital layanan publik. Pemerintah Kota Tangerang melanjutkan integrasi berbagai sistem informasi pemerintahan dalam satu ekosistem digital yang lebih efisien dan mudah diakses masyarakat.
Penguatan konsep smart city dilakukan melalui peningkatan kualitas aplikasi layanan publik, integrasi data antar-organisasi perangkat daerah (OPD), serta optimalisasi kanal komunikasi resmi pemerintah.
Langkah ini bertujuan mempercepat pelayanan administrasi, memperpendek birokrasi, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, menegaskan bahwa komunikasi publik menjadi elemen penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan daerah. Rabu, 04 Maret 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan