BANTEN- Dinilai sebagai pemimpin yang berhasil dan layak karena sebagai Kapolres terbaik, Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko diminta langsung oleh Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (SESPIM) untuk menjadi pemateri dan pembekalan kepada siswa Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Angkatan 65.
Untuk di ketahui pemateri yang kerap memberikan pembekalan dan materi kepada calon Staf dan Pimpinan Polri umumnya adalah pejabat tinggi Polri seperti Kepala SESPIM Lemdiklat Polri dan narasumber/dosen yang ditunjuk, termasuk Irjen Pol, Brigjen Pol, dan Kombes Pol dengan berbagai latar belakang keahlian. Selain itu, bisa juga melibatkan pihak eksternal yang memiliki keahlian spesifik dalam bidang kepemimpinan atau sesuai tema yang dibahas dan karena dinilai Kapolres Serang adalah pemimpin yang berhasil dan kompeten maka secara langsung diminta Kepala SESPIM Lemdiklat Polri untuk menjadi pemateri siswa Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah.
Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko memberikan pembekalan kepada siswa Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Angkatan 65 di Gedung Soemarto Sespim Lemdiklat Polri, Lembang, Bandung, Selasa 9 September 2025.
Dalam kuliah umum yang bertemakan Role Model Kasatwil dalam Harkamtibmas tersebut, Kapolres Serang memberikan materi pembekalan bertajuk "Role Model Kepemimpinan Yang Ideal".
Kapolres mengatakan berdasarkan pengalaman pribadinya, jika model kepemimpinan ada empat tipe, yaitu pemimpin perfeksionis, visioner, delegator dan santai.
"Ini bukan berdasarkan penelitian, karya ilmiah atau tulisan akademis pun juga bukan terkait dengan referensi atau teori, tapi ini terkait dengan analisa pribadi. Jadi model kepemimpinan itu ada empat secara umum, perfeksionis, visioner, delegator dan santai," katanya.
Condro menambahkan dari keempat tipe pemimpin itu, tidak semuanya harus dipraktekkan. Tapi bagaimana gaya kepemimpinan yang tepat agar kinerja optimal.
"Masing-masing orang kemampuannya berbeda-beda. Perfek boleh, profesional boleh, tetapi harus lurus terkait dengan tugas pokok dan fungsi kepolisian," tandasnya.
Kemudian, Condro mengungkapkan untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, maka komunikasi menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan.
"Memimpin itu bukan tentang diri kita saja tapi tentang orang-orang yang ada dibawah dan sekitar kita. Komunikasikan dengan baik. Baik itu ke atas, maupun ke bawah. Jangan pelit, turunkan ego dan mudah memaafkan," ungkapnya.
Selain itu, Condro menerangkan seorang pemimpin tidak hanya tentang mengatur, tetapi memotivasi, menginspirasi, mengembangkan potensi tim, menetapkan visi, menciptakan perubahan positif, dan membangun lingkungan kerja yang produktif dan harmonis.
"Bicara manajemen, tidak hanya bicara tentang mengatur, tapi menggerakkan," terangnya.
Terakhir, Condro menambahkan seorang pemimpin memiliki tanggung jawab moral, untuk tidak melupakan dan selalu memperhatikan orang-orang yang berada di bawahnya, karena mereka adalah kontributor penting dalam mencapai tujuan bersama dan keberhasilan tim.
"Terakhir kali saya titip, suatu saat nanti kalau orang-orang depan saya ini menjadi komandan saya, jangan lupakan orang yang pernah berdiri di depanmu ini," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan