BANTEN- Angkatan Muda Syekh Yusuf (AMSY) resmi di kukuhkan oleh Gubernur Banten di gedung Negara. Minggu 13 Juni 2025.
Gubernur Banten dalam pengukuhan Angkatan Muda Syekh Yusuf Al-makasari mengatakan bahwa Syekh Yusuf Al-Makasari adalah tokoh agama, tokoh pejuang yang jejaknya terekam di Banten di masa pemerintahan Sulta Ageng Tirtayasa.
Lebih lanjut Andra Soni menyampaikan banyak nilai nilai yang harus kita gali, banyak nilai nilai yang harus kita tiru, nilai nilai yang harus kita budayakan dari beliau.
Ini adalah organisasi yang di isi anak anak muda yang penuh integristas, penuh semangat dalam rangka menyalaka semangat dan merawat warisan hal ini harus kita dukung.
"Saya ucapkan terimakasi, karena telah memilih Provinsi Banten sebagai tempat pengukuhan,"
Sementara itu ketua Umum Angkatan Muda Syekh Yusuf (AMSY), Arief Rosyid Hasan dalam sambutanya menyampaikan Di tempat inilah, lebih dari tiga abad silam, Syekh Yusuf meninggalkan jejak perjuangan bersama Sultan Ageng Tirtayasa. Keduanya bukan hanya pemimpin, tapi pembela rakyat, penentang penjajahan, dan penggerak nilai-nilai Islam yang membebaskan.
Baca juga: Polresta Serang Kota Tangani Laporan Dugaan Pelecehan Seksual di SMAN 4 Kota Serang
Syekh Yusuf datang ke Banten bukan untuk mencari pengaruh, tetapi untuk menjadi perisai bagi kedaulatan dan harga diri bangsa.
Ia membantu Sultan Ageng Tirtayasa dalam perlawanan terhadap VOC, menyatukan kekuatan spiritual dan militer untuk satu tujuan: kemerdekaan dan keadilan.
Saya adalah cucu dari Syekh Muhammad Ali Affandy (Kali Jampu Pertama) dan salah satu keturunannya Kali Jampu AGH Muhsin Umar (Kakak Ipar KH Ali Yafie - Mantan Ketum MUI dan Rais Aam PBNU), seorang ulama besar murid ideologis dari Syekh Yusuf Al-Makassari. Melalui garis ibu, saya mewarisi mata rantai spiritual dari sang wali pejuang.
Dari sisi ayah, saya berasal dari Bate Salapang Gowa, bagian dari Parlemen Kerajaan Gowa, tempat Syekh Yusuf mengawali perjalanannya sebagai seorang pemuda berani, yang menjadikan ilmu dan iman sebagai senjata perjuangan.
Mari kita buktikan bahwa pemuda spiritualis dan progresif bisa menjadi agen perubahan zaman.
Mari kita tunjukkan bahwa warisan Syekh Yusuf tidak tinggal dalam kitab sejarah, tapi hidup dalam gerak langkah kita.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan