Daftar Situs Warisan Cagar Budaya di Kota Tangerang yang Masih Dilindungi, Jejak Sejarah Multikultural Banten
BANTEN– Kota Tangerang menyimpan beragam situs warisan cagar budaya yang menjadi saksi perjalanan sejarah, perkembangan perdagangan, penyebaran agama, hingga kehidupan masyarakat multietnis sejak masa Kesultanan Banten, kolonial Belanda, hingga Indonesia modern. Pemerintah Kota Tangerang terus melakukan upaya pelestarian melalui penetapan objek cagar budaya berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2018. Selasa, 21 Juli 2026.
Hingga saat ini, terdapat **24 objek cagar budaya yang telah ditetapkan dan dilindungi**, terdiri atas kawasan, bangunan, struktur, dan situs bersejarah. Seluruhnya memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.
1. Kawasan Pasar Lama
Kawasan bersejarah yang menjadi pusat perdagangan sejak zaman kolonial. Pasar Lama juga menjadi simbol akulturasi budaya Tionghoa, Betawi, Sunda, dan masyarakat pribumi yang masih bertahan hingga kini.
2. Masjid dan Makam Jami Kalipasir
Masjid tertua di Kota Tangerang yang diperkirakan berdiri sejak abad ke-17. Arsitekturnya memadukan unsur Islam, Tionghoa, dan Nusantara sehingga menjadi ikon toleransi antarumat beragama.
3. Klenteng Boen Tek Bio
Klenteng tertua di Tangerang yang berdiri sejak tahun 1684. Bangunan ini menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat Tionghoa Benteng sekaligus salah satu ikon wisata sejarah Kota Tangerang.
4. Benteng Heritage
Rumah bergaya arsitektur Tionghoa tradisional yang kini difungsikan sebagai museum. Bangunan ini menyimpan berbagai koleksi sejarah komunitas Tionghoa Benteng.
Baca juga: Daftar Situs Warisan Cagar Budaya di Kabupaten Lebak yang Masih Dilindungi Hingga Saat Ini
5. Stasiun Kereta Api Tangerang
Stasiun peninggalan pemerintah Hindia Belanda yang hingga kini masih beroperasi sebagai salah satu simpul transportasi masyarakat.
6. Lembaga Pemasyarakatan Anak Pria
7. Lembaga Pemasyarakatan Anak Wanita
8. Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas IIA
Ketiga bangunan tersebut merupakan kompleks pemasyarakatan peninggalan kolonial yang memiliki nilai sejarah dalam perkembangan sistem hukum di Indonesia.
9. Klenteng Boen San Bio
Tempat ibadah masyarakat Tionghoa yang telah berdiri sejak masa kolonial dan masih aktif digunakan hingga sekarang.
10. Petak Sembilan Pasar Lama
Kawasan perdagangan tua yang menjadi bagian penting perkembangan ekonomi Kota Tangerang sejak ratusan tahun lalu.
11. Rumah Dinas Bekas Wakil Direktur Lapas Anak Pria
12. Rumah Dinas Pegawai Lapas Anak Pria
Kedua bangunan tersebut masih mempertahankan karakter arsitektur kolonial Belanda.
Baca juga: 4 Situs Warisan Cagar Budaya di Kabupaten Pandeglang yang Masih Dilindungi
13. Gedung Gede
Bangunan bersejarah yang menjadi salah satu peninggalan pemerintahan kolonial di wilayah Ciledug.
14. Rumah Arsitektur Tionghoa Tan Su Ek
15. Rumah Arsitektur Tionghoa Lim Tian Tiang
Dua rumah ini menjadi contoh pelestarian arsitektur permukiman masyarakat Tionghoa Benteng yang memiliki nilai historis tinggi.
16. Museum LP Anak Wanita
Museum yang menyimpan berbagai dokumentasi sejarah sistem pemasyarakatan di Indonesia.
17. Pabrik Kecap Tan Giok Seng
Pabrik kecap legendaris yang menjadi bagian sejarah industri rumahan dan kuliner khas Tangerang.
18. Pintu Hek
Bangunan infrastruktur peninggalan kolonial yang dahulu berfungsi sebagai sistem pengaturan air.
19. Bendungan Pasar Baru
Struktur pengendali air yang dibangun pada masa kolonial Belanda dan masih memiliki fungsi penting hingga sekarang.
20. Makam Raden Aria Santika
Makam tokoh penyebar Islam sekaligus pemimpin wilayah yang dihormati masyarakat Tangerang.
21. Makam Raden Aria Yuda Negara
Situs makam tokoh sejarah yang memiliki peran penting dalam pemerintahan pada masa lampau.
22. Pintu Air Kecil
23. Pintu Air Getek
Kedua bangunan ini merupakan bagian dari sistem irigasi dan pengendalian banjir peninggalan kolonial.
24. Taman Makam Pahlawan Taruna
Situs bersejarah yang menjadi tempat peristirahatan para pejuang bangsa sekaligus simbol penghormatan terhadap jasa para pahlawan.
Warisan Sejarah yang Harus Dijaga
Keberadaan puluhan situs cagar budaya tersebut menunjukkan bahwa Kota Tangerang memiliki sejarah panjang sebagai kawasan perdagangan, permukiman multikultural, dan pusat perkembangan peradaban di wilayah Banten. Pemerintah Kota Tangerang bersama masyarakat terus melakukan upaya pelestarian melalui perlindungan hukum, perawatan bangunan, pemasangan penanda cagar budaya, serta pengembangan kawasan wisata sejarah.
Pelestarian cagar budaya diharapkan tidak hanya menjaga bangunan fisik, tetapi juga mempertahankan nilai sejarah, identitas budaya, serta memperkenalkan warisan leluhur kepada generasi muda sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan