Sabtu, 18 JULI 2026 • 15:53 WIB

8 Oktober Hari Jadi Kabupaten Serang: Menelusuri Jejak Sejarah Berdirinya Tanah Jawara Sejak Kesultanan Banten

Author

Kabupaten Serang (Doc.Mamo erfanto)

BANTENKabupaten Serang merupakan salah satu daerah tertua di Provinsi Banten yang memiliki sejarah panjang dan erat kaitannya dengan lahir serta berkembangnya Kesultanan Banten. Setiap tanggal 8 Oktober, masyarakat Kabupaten Serang memperingati Hari Jadi Kabupaten Serang sebagai momentum mengenang berdirinya pemerintahan di wilayah tersebut yang telah berlangsung sejak hampir lima abad silam.

Hari Jadi Kabupaten Serang ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tingkat II Serang Nomor 17 Tahun 1985, yang menetapkan 8 Oktober 1526 sebagai hari lahir Kabupaten Serang. Penetapan itu merujuk pada peristiwa penobatan Pangeran Sabakingking dengan gelar Sultan Maulana Hasanuddin, Sultan pertama Kesultanan Banten, yang menjadikan Keraton Surosowan di wilayah Serang sebagai pusat pemerintahan. Sabtu, 18 Juni 2026.

Baca juga: Hari Jadi Kota Serang 10 Agustus: Menelusuri Sejarah dan Silsilah Terbentuknya Ibu Kota Provinsi Banten

Sebelum berdirinya Kesultanan Banten, wilayah Serang merupakan bagian dari Kerajaan Sunda. Pada masa itu, pusat pemerintahan berada di Banten Girang, sekitar tiga kilometer di selatan Kota Serang saat ini. Penguasanya dikenal sebagai Prabu Pucuk Umum, putra Prabu Sidaraja Pajajaran.

Sekitar tahun 1524–1525, penyebaran agama Islam yang dipimpin Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) berhasil mengakhiri kekuasaan Kerajaan Sunda di wilayah Banten. Setelah itu didirikan Kesultanan Banten yang kemudian berkembang menjadi salah satu kerajaan maritim terbesar di Nusantara.

Perjalanan sejarah Kabupaten Serang dapat ditelusuri melalui beberapa fase penting berikut:

1. Masa Kerajaan Sunda (Sebelum 1526)

Wilayah Serang menjadi bagian dari Kerajaan Sunda dengan pusat pemerintahan di Banten Girang.

2. Berdirinya Kesultanan Banten (1526)

Pada 8 Oktober 1526 (1 Muharam 933 Hijriah), Maulana Hasanuddin dinobatkan sebagai Sultan pertama Kesultanan Banten. Tanggal inilah yang kemudian dijadikan Hari Jadi Kabupaten Serang karena menjadi awal pemerintahan di wilayah Serang.

Baca juga: Jumat Curhat di Jatiuwung, Kapolres Metro Tangerang Kota Ajak Warga Sinergi Jaga Kamtibmas dan Perangi Narkoba

3. Masa Kejayaan Kesultanan (1526–1816)

Selama hampir 290 tahun, Kesultanan Banten berkembang sebagai pusat perdagangan internasional yang ramai didatangi pedagang dari Arab, India, Tiongkok hingga Eropa. Pelabuhan Banten menjadi salah satu pelabuhan lada terbesar di Asia Tenggara.

4. Masa Pemerintahan Hindia Belanda (1816–1942)

Setelah Kesultanan Banten berakhir, Belanda mengambil alih pemerintahan. Pada tahun 1816, wilayah Banten dibagi menjadi beberapa kabupaten, salah satunya Kabupaten Serang yang beribu kota di Serang.

5. Masa Pendudukan Jepang (1942–1945)

Pemerintahan Jepang mengambil alih administrasi wilayah Serang selama sekitar tiga setengah tahun hingga Indonesia merdeka.

6. Masa Kemerdekaan Republik Indonesia (1945–Sekarang)

Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, Kabupaten Serang menjadi bagian dari Provinsi Jawa Barat. Pada masa Agresi Militer Belanda, masyarakat Banten bahkan mencetak mata uang sendiri yang dikenal sebagai ORIDAB (Oeang Republik Indonesia Daerah Banten)sebagai simbol perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

7. Menjadi Bagian Provinsi Banten (2000)

Melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000, Provinsi Banten resmi dibentuk pada 4 Oktober 2000 dan Kabupaten Serang menjadi salah satu kabupaten di dalamnya. Selanjutnya pada tahun 2007, sebagian wilayah Kabupaten Serang dimekarkan menjadi Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten.

Kini Kabupaten Serang berkembang menjadi daerah strategis yang menghubungkan kawasan industri, pertanian, perikanan, pariwisata, hingga pelabuhan internasional. Wilayahnya memiliki potensi besar dengan keberadaan kawasan industri modern, destinasi wisata pantai Anyer dan Cinangka, sentra pertanian, serta peninggalan sejarah Kesultanan Banten yang masih terawat.

Baca juga: Pengamanan Objek Vital Nasional, Komando Latihan Kopassus Kunjungi PLN Indonesia Power UBP Suralaya

Dengan semboyan "Sepi Ing Pamrih, Rame Ing Gawe", Kabupaten Serang terus membangun daerah melalui semangat gotong royong, pelayanan kepada masyarakat, serta pelestarian nilai-nilai sejarah dan budaya Banten.

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Serang bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan para pendiri Kesultanan Banten, menghargai perjalanan panjang pemerintahan daerah, sekaligus memperkuat semangat pembangunan menuju Kabupaten Serang yang maju, religius, berdaya saing, dan sejahtera.

Memasuki usia hampir lima abad, Kabupaten Serang menjadi bukti bahwa daerah ini memiliki akar sejarah yang kuat sebagai pusat lahirnya peradaban Islam, perdagangan, dan pemerintahan di Tanah Banten. Warisan sejarah tersebut menjadi modal penting untuk terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Kabupaten Serang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU