BANTEN– Arus lalu lintas di Jalan Raya Serang–Jakarta kerap mengalami kemacetan pada jam-jam tertentu, khususnya saat jam berangkat kerja dan jam pulang karyawan pabrik. Kondisi ini terjadi karena ruas jalan tersebut menjadi satu-satunya jalur utama di kawasan perindustrian Serang Timur yang menghubungkan wilayah Serang menuju arah Tangerang dan Jakarta.
Sebagai akses vital bagi ribuan pekerja industri setiap harinya, lonjakan volume kendaraan roda dua maupun roda empat sulit dihindari, terutama pada pagi hari pukul 06.00–08.30 WIB dan sore hari pukul 16.30–19.00 WIB.
Baca juga: Kemacetan Truk Besar Setiap Tahun Di JLS Cilegon Saat Arus Mudik Belum Ada Solusi
Kawasan Serang Timur dikenal sebagai sentra industri dengan banyak pabrik dan pergudangan yang beroperasi hampir 24 jam. Karena minimnya jalur alternatif, kendaraan dari arah pusat Kota Serang hingga perbatasan Kabupaten Tangerang terfokus pada satu ruas utama, yakni Jalan Raya Serang–Jakarta. Rabu, 04 Maret 2026.
Kondisi ini membuat sejumlah titik menjadi langganan macet, terutama saat pergantian shift karyawan.
Berikut beberapa titik yang kerap mengalami kepadatan lalu lintas dan perlu diantisipasi pengendara maupun pemudik. Kawasan Kawasan Industri Modern Cikande. Titik ini menjadi salah satu pusat aktivitas industri terbesar di Serang Timur. Ribuan karyawan keluar masuk area pabrik pada jam shift pagi dan sore. Persimpangan serta akses keluar-masuk kendaraan besar sering memicu antrean panjang.
Baca juga: Cikuasa Atas, Merak Jadi Titik Rawan Macet Saat Arus Mudik Lebaran, Ini Penyebab dan Antisipasinya
Simpang Asem Cikande. Simpang ini merupakan pertemuan arus kendaraan dari jalan arteri dan jalur menuju perkampungan serta kawasan industri. Saat jam sibuk, kendaraan roda dua mendominasi dan memperlambat laju kendaraan besar.
Pasar Cikande. Aktivitas pasar tradisional di tepi jalan utama turut menyumbang kepadatan, terutama pada pagi hari. Parkir kendaraan pembeli dan angkutan umum yang berhenti sembarangan mempersempit badan jalan.
Kawasan Kawasan Industri Pancatama. Kawasan industri ini juga menjadi titik padat kendaraan saat jam pulang kerja. Truk logistik dan kendaraan karyawan bercampur di satu jalur tanpa pembatas khusus.
Perbatasan Serang–Balaraja. Menjelang masuk wilayah Tangerang, arus kendaraan biasanya melambat karena pertemuan kendaraan dari arah tol dan jalan arteri.
Kawasan pabrik Nikomas. Kawasan pabrik ini kerap menjadi titik kemacetan saat jam berangkat dan pulang kerja. Dengan jumlah kariawan ribuan berangkat dan pulang bareng kerap menimbulkan kemacetan.
Tips Antisipasi untuk Pemudik dan Pengendara.
Bagi pemudik atau masyarakat yang hendak melintas di jalur Serang–Jakarta, ada beberapa langkah antisipasi yang bisa dilakukan:
* Hindari perjalanan pada jam sibuk (06.00–08.30 WIB dan 16.30–19.00 WIB).
* Manfaatkan jalur tol apabila memungkinkan untuk menghindari kepadatan arteri.
* Gunakan aplikasi navigasi untuk memantau kondisi lalu lintas terkini.
* Pastikan kondisi kendaraan prima untuk menghindari mogok di tengah kemacetan.
Dengan meningkatnya aktivitas industri di Serang Timur, kebutuhan akan jalur alternatif dan pelebaran jalan menjadi perhatian penting. Tanpa penambahan infrastruktur, potensi kemacetan diprediksi akan terus meningkat, terutama saat musim mudik dan libur panjang.
Bagi pemudik yang melintas dari arah Serang menuju Jakarta maupun sebaliknya, mengetahui titik rawan macet di Jalan Raya Serang–Jakarta menjadi langkah awal untuk perjalanan yang lebih lancar dan aman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan