Rabu, 02 JULI 2025 • 18:33 WIB

Karyawan Perusahaan Katering Nyambi Jualan Pil Koplo Ditangkap Polisi saat Asik Main Judol

Author

Pelaku MA (19) saat di BAP petugas Polres Serang

BANTEN - Seorang karyawan katering berinisial MA (19) Nyambi jualan pil Tramadol diringkus Satresnarkoba Polres Serang saat asik bermain judi online (Judol) di rumahnya Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang, Selasa dini hari (1/7/2025).

MA kedapatan memiliki 435 butir obat tramadol yang disembunyikan dalam lemari pakaian. Turut diamankan, 1 unit handphone yang dijadikan sarana transaksi dan uang Rp100 ribu hasil penjualan.

"Tersangka MA diamankan sekitar pukul 01.00 di rumahnya saat sedang main judi online," terang Kasatresnarkoba AKP Bondan Rahadiansyah, Rabu (2/7/2025).

Kasat mengatakan pengungkapan peredaran obat terlarang ini bermula, dari informasi masyarakat. Masyarakat curiga jika, MA yang bekerja sebagai karyawan perusahaan katering ini nyambi berjualan narkoba.

Baca juga: Hari Bhayangkara Ke-79: Polres Serang Berjaya, Sabet 6 Kategori Lomba

Berbekal dari informasi tersebut, kata Bondan, tim Satresnarkoba yang dipimpin Ipda Wawan Setiawan kemudian bergerak melakukan pendalaman informasi dan berhasil mengamankan tersangka.

Bondan menerangkan bahwa dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti berupa ratusan obat terlarang dalam tas yang disembunyikan dalam lemari pakaian, handphone dan uang tunai ratusan ribu diduga dari hasil penjualan.

"Barang bukti yang kami amankan 435 butir obat Tramadol, 1 unit handphone dan uang tunai sebesar Rp100 ribu diduga hasil penjualan," terangnya.

Baca juga: Tiga Pelaku Pembunuhan Berencana Di Bekuk Polres Serang

Dari pemeriksaan, Bondan mengatakan bahwa tersangka mengaku sudah lebih dari 2 bulan berbisnis narkoba. Tersangka juga mengaku memperoleh pil tramadol tersebut dari bandar di daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Jadi tersangka mengaku baru 2 bulan menjual pil koplo. Obat keras tersebut diperoleh dari Tanah Abang," ungkapnya.

Sementara tersangka MA mengatakan mampu menjual pil tramadol sebanyak 25 dus dalam sepekan. Setiap dus yang terjual, tersangka mendapatkan keuntungan sebesar Rp50 ribu. Dan keuntungan tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan berjudi online.

Baca juga: Moment HUT Bhayangkara : Kapolres Serang, Menjadi Polisi Bukan Hanya Soal Pengabdian Tapi Pilihan Hidup

"Keuntungan jual obat untuk kebutuhan sendiri dan main judol. Kalau gaji hasil bekerja di katering, saya berikan untuk orang tua dan nenek," akunya.

Atas perbuatannya, tersangka MA dijerat Pasal 435 jo Pasal 436 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang mengatur larangan peredaran dan penyalahgunaan obat keras tanpa izin resmi dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU