AKP Andi Kurniadi Kasat Reskrim Polres Serang (Doc.Mamo Erfanto)
BANTEN – Kasus pembongkaran makam oleh orang tak dikenal (OTK) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Gardu Junti, Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, terus diselidiki oleh Polres Serang. Hingga kini, polisi telah memeriksa 10 orang saksi untuk mengungkap peristiwa yang menggegerkan warga tersebut.
Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Andi Kurniadi, mengatakan bahwa pemeriksaan saksi dilakukan secara bertahap. Sebelumnya lima saksi telah diperiksa, dan kini ditambah lima saksi lainnya.
“Total sudah 10 saksi yang kami periksa. Mereka terdiri dari pihak keluarga, warga sekitar, serta peziarah yang datang beberapa hari sebelum kejadian,” ujar AKP Andi Kurniadi, Rabu, 21 Januari 2026.
Baca juga: Kirim Sabu Lewat Ojol, Pengedar Ditangkap Reskrim Polsek Sepatan
Baca juga: Rampak Bedug Tarian Menyambut Bulan Puasa Di Pandeglang Banten
Makam Masih Utuh Dua Hari Sebelum Dibongkar.
Dari hasil pemeriksaan terbaru, dua saksi menyampaikan keterangan penting. Mereka menyebutkan bahwa dua hari sebelum kejadian, kondisi makam masih dalam keadaan utuh.
“Dua saksi baru yang kami periksa menyampaikan bahwa dua hari sebelum kejadian, makam masih utuh,” jelas Andi.
Pihak kepolisian menduga aksi pembongkaran dilakukan pada Sabtu malam, mengingat penjaga TPU biasanya pulang sekitar pukul 16.00 WIB. Selain itu, petugas makam hanya membersihkan area tertentu sehingga tidak seluruh makam terpantau secara rutin.
Keterangan Keluarga: Makam Tampak Bersih
Hal menarik lainnya, lanjut AKP Andi, adalah keterangan dari pihak keluarga almarhum. Keluarga menyampaikan bahwa kondisi makam terlihat bersih, meskipun mereka mengaku tidak pernah membersihkan makam tersebut.
“Ada keterangan dari pihak keluarga yang menyampaikan bahwa kondisi makam nampak bersih, meski keluarga lain mengaku tidak pernah membersihkan,” ungkapnya.
Motif Masih Misterius, Termasuk Dugaan Klenik.
Hingga saat ini, polisi belum dapat memastikan motif pembongkaran makam tersebut. Menurut AKP Andi, ini merupakan kasus pertama yang ditangani Polres Serang dengan karakter serupa.
“Motif belum diketahui. Masih banyak kemungkinan. Dugaan motif klenik memang ada, tapi belum bisa dijadikan patokan,” tegasnya.
Polisi juga menyelidiki kemungkinan adanya saksi yang melihat aktivitas mencurigakan pada malam kejadian, mengingat lokasi makam cukup jauh dari permukiman warga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan