Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 17 OKTOBER 2025 • 09:37 WIB

Warga Kramat Watu Serang Blokir Jalan Utama Akibat Meningkatnya Aktifitas Truk Truk Besar

Warga Kramat Watu Serang Blokir Jalan Utama Akibat Meningkatnya Aktifitas Truk Truk BesarAksi pemblokiran jalan oleh warga Kramatwatu Kab.Serang (Doc.Mamo Erfanto)

BANTEN- Kesal dengan kondisi jalan yang terus macet akibat ratusan truk dengan kapasitas besar yang terus menerus melintas membuat sejumlah mahasiswa dan warga yang tergabung dalam Front Masyarakat Kramatwatu menggelar aksi unjuk rasa dengan menghadang truk over dimension over loading (ODOL) yang melintas. Jumat, 17 Oktober 2025.

Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap meningkatnya aktivitas truk ODOL di jalan utama Serang-Cilegon yang dinilai merusak infrastruktur jalan dan membahayakan pengguna lalu lintas.

Akai massa yang di gelar sejak pagi dengan cara memblokir jalan adalah bentuk protes atas aktifitas kendaraan kendaraan besar dan respon lambat dari pemerintah Kab.Serang atas fenomena ini.

Baca juga: Ada Tersangka Baru Kasus Korupsi PT Angkasa Pura Kargo

Baca juga: Jangkuan Tri Capai 96% Di Wilayah Serang Raya, Pengalaman Digital Terbaik dengan Produk Lebih Hemat dan Sinyal Cepat

Mereka membentangkan spanduk dan membawa poster bertuliskan penolakan terhadap truk dengan muatan dan dimensi berlebih. Massa juga sempat menghentikan beberapa truk ODOL yang melintas sebagai bentuk simbolik penolakan.

Menurut para peserta aksi, keberadaan truk ODOL telah menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari kerusakan jalan, polusi udara, hingga meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas. Mereka menuntut pemerintah untuk segera menertibkan truk ODOL serta memperbaiki fasilitas lalu lintas di wilayah Kramatwatu.

“Kami menuntut tiga hal: penertiban truk ODOL, perbaikan penerangan jalan umum (PJU) dan rambu lalu lintas, serta penegakan hukum dari kepolisian dan Dinas Perhubungan,” ujar Koordinator Aksi Front Masyarakat Kramatwatu dalam orasinya.

Ia menilai pemerintah daerah maupun provinsi lamban dalam menindaklanjuti persoalan ODOL yang sudah lama dikeluhkan masyarakat. “Aksi ini adalah bentuk ketidakpercayaan kami terhadap pemerintah yang dinilai tidak tegas. Kami akan terus turun ke jalan sampai ada langkah nyata,” katanya.

Sementara itu, Sahril, perwakilan Front Masyarakat Kramatwatu, menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindak tegas truk yang masih membandel. “Penegakan perda ini adalah tanggung jawab bersama antara polisi dan Dishub. Jika masih ada truk ODOL yang melanggar, kami tidak akan diam,” ujarnya.

Kami berharap pemerintah segera bertindak untuk menertibkan truk ODOL serta memperbaiki fasilitas lalu lintas di kawasan Kramatwatu agar masyarakat dapat berkendara dengan aman dan nyaman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Warga Kramat Watu Serang Blokir Jalan Utama Akibat Meningkatnya Aktifitas Truk Truk Besar

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!