Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 08:59 WIB

Wali Murid SDIT Al-Izzah Kota Serang Tolak Program MBG

Wali Murid SDIT Al-Izzah Kota Serang Tolak Program MBGAudensi Wali Murid SDIT Al-Izzah dengan Yayasan di Aula Setda Kota Serang (Doc.Mamo erfanto)

BANTEN- Polemik penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) olehwali murid SDIT Al-Izzah dengan pihak yayasan yang di fasilitasi Pemerintah Kota Serang belum menemui titik terang.

Wali murid secara tegas menolak rencana yayasan yang akan menerapkan makan gizi gratis bagi siswa Al-Izzah dengan alasan para murid telah memilik ketring serta merasa mampu untuk memberikan makan bergizi bagi anak anaknya.

"Kami wali murid tidak menolak program MBG, tapi sebaiknya tempatnya jangan di area yayasan. Silakan saja dilakukan di luar sekolah. Kami sudah membayar SPP dan biaya masuk yang cukup besar, sampai belasan juta. Kalau sudah mampu membiayai itu, kenapa harus ada MBG masuk ke dalam sekolah," tegas Baim Aji saat mengikuti rapat koordinasi pelaksanaan MBG di Aula Sekda Pemkot Serang. Senin 29 September 2025.

Baim Aji mengatakan banyak pertimbangan soal penolakan MBG di SDIT Al-Izzah, selain kemampuan orang tua murid yang di rasa telah mampu mencukupi gizi anak anak secara mandiri, soal keamanan, sampah serta dirasa tidak tepat sasaran.

"Resikonya, Pak. Anak-anak harus keluar area sekolah karena kantin dan fasilitas jadi makin sempit. Lalu lalang kendaraan juga menambah resiko kecelakaan. Kalau terjadi sesuatu, siapa yang bertanggung jawab? Itu yang kami khawatirkan. Selain itu, ada juga potensi masalah sampah dan keamanan,"

Untuk di ketahui pihak yayasan selain akan menerapkan program Makan Bergizi Gratis juga akan membuka dapur MBG yang lokasinya berada di luar kawasan sekolah.

Baim Aji orang tua murid Al-Izzah kelas 2 dan kelas 3 tersebut juga menuturkan bahwa pihak yayasan juga sempat menawarkan potongan uang SPP bila program MBG di terapkan di sekolah. Namun dia rasa hal tersebut bukan solusi dari penolak wali murid terakit MBG.

Baca juga: BERSATHU Gelar Diskusi Publik, Wakil Menteri Haji dan Umrah Hadir Bahas Arah Baru Kebijakan 2025

Baca juga: Ayah Yang Didakwa Setubuhi Anaknya Di Kota Serang Bebas

"Iya, sempat disebut ada potongan SPP sekitar Rp150 ribu per bulan atau Rp7.100 per porsi. Tapi bagi kami itu bukan solusi. Tetap saja kami menolak,"

Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Izzah, Muhamad Arifin, menegaskan bahwa pihaknya hanya melaksanakan kebijakan sesuai arahan dewan pembina yayasan dan pemerintah pusat. Menurutnya, dapur MBG di SDIT Al-Izzah sudah melalui verifikasi standar dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Dapur ini sudah siap secara administrasi dan fisik, tapi pelaksanaan program masih menunggu instruksi dari pusat. Kami hanya pelaksana teknis yang mengawal kebijakan dari pemerintah,” jelas Arifin.

Terkait adanya penolakan, Arifin menyebut hal itu wajar. Namun, ia menekankan bahwa mayoritas wali murid sebenarnya mendukung program MBG. “Berdasarkan polling internal, 72 persen wali murid setuju MBG berjalan, sementara yang menolak sekitar 25 persen. Tapi memang, dalam audiensi kali ini, yang hadir lebih banyak pihak yang kontra,” ujarnya.

Polemik ini diperkirakan masih akan berlanjut, karena hasil audiensi belum menghasilkan keputusan final. Wali murid tetap tegas menolak dapur MBG berada di dalam sekolah, sementara pihak yayasan berkomitmen mengikuti arahan pemerintah pusat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Wali Murid SDIT Al-Izzah Kota Serang Tolak Program MBG

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!