Selasa, 19 MEI 2026 • 12:53 WIB

Mengenal Penyakit Orf pada Hewan, Infeksi Menular yang Sering Menyerang Kambing dan Domba

Author

Petugas DKP3 Kota Serang Temukan Satu hewan kurban Mengalami Sakit ORF (Doc.Mamo Erfanto)

BANTEN- Penyakit Orf merupakan salah satu penyakit menular yang sering ditemukan pada hewan ternak seperti kambing dan domba. Penyakit ini disebabkan oleh virus dari kelompok parapoxvirus yang menyerang bagian kulit, terutama di sekitar mulut, bibir, hidung, puting susu, hingga kaki hewan.

Di kalangan peternak, penyakit Orf dikenal juga dengan sebutan “scabby mouth” atau penyakit mulut berkerak. Meski jarang menyebabkan kematian, penyakit ini dapat menurunkan produktivitas ternak dan merugikan para peternak karena hewan menjadi sulit makan serta mengalami penurunan berat badan.

Baca juga: Petugas DKP3 Kota Serang Temukan Satu Hawan Kurban Yang Dijual Dilapak Mengalami Sakit ORF

Penyakit Orf umumnya menyerang anak kambing dan anak domba yang memiliki daya tahan tubuh lebih lemah dibandingkan hewan dewasa. Penularannya sangat mudah terjadi melalui kontak langsung antarhewan, peralatan kandang yang terkontaminasi, maupun luka terbuka pada kulit.

Gejala awal penyakit Orf biasanya ditandai dengan munculnya bintik merah atau lepuhan kecil di sekitar mulut hewan. Dalam beberapa hari, luka tersebut berubah menjadi keropeng tebal berwarna kecokelatan. Pada kondisi yang parah, luka dapat menyebar hingga menyebabkan hewan kesulitan makan dan minum.

Selain menyerang area mulut, penyakit ini juga bisa muncul pada bagian ambing induk kambing atau domba. Kondisi tersebut membuat induk merasa sakit saat menyusui anaknya. Akibatnya, anak ternak berisiko mengalami kekurangan asupan susu dan pertumbuhan menjadi terganggu.

Baca juga: Gubernur Banten Dukung Pemekaran Kabupaten Cilangkahan

Penyakit Orf termasuk zoonosis ringan, artinya virus dapat menular dari hewan ke manusia. Penularan biasanya terjadi saat seseorang menyentuh luka hewan tanpa menggunakan sarung tangan atau alat pelindung. Pada manusia, gejala berupa luka atau benjolan kecil pada kulit tangan yang terasa nyeri.

Meski demikian, kasus pada manusia umumnya dapat sembuh sendiri dalam beberapa minggu. Namun tenaga medis tetap menyarankan agar masyarakat yang mengalami gejala setelah kontak dengan hewan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Untuk mencegah penyebaran penyakit Orf, peternak disarankan menjaga kebersihan kandang, rutin melakukan desinfeksi peralatan, serta memisahkan hewan yang terinfeksi dari ternak sehat. Pemberian pakan bergizi dan menjaga kondisi kandang tetap kering juga penting guna meningkatkan daya tahan tubuh hewan.

Jika ditemukan gejala Orf pada ternak, peternak sebaiknya segera menghubungi petugas kesehatan hewan atau dokter hewan agar mendapatkan penanganan yang tepat. Pengobatan biasanya dilakukan untuk mencegah infeksi bakteri sekunder pada luka dan mempercepat proses penyembuhan.

Baca juga: Tim Voli Putri UPG Raih Juara 3 di Turnamen Perpaja Cup 2026

Pemerintah melalui dinas peternakan di berbagai daerah juga terus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit hewan menular, termasuk Orf, terutama menjelang musim perdagangan ternak dan hari besar keagamaan saat mobilitas hewan meningkat.

Dengan penanganan yang cepat dan penerapan biosekuriti yang baik, penyebaran penyakit Orf dapat ditekan sehingga kesehatan ternak tetap terjaga dan kerugian peternak dapat diminimalisir.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU