Rabu, 02 JULI 2025 • 22:26 WIB

Infrastruktur Pertanian Jadi Kunci Ketahanan Pangan Banten, Gubernur Andra Soni Soroti Irigasi dan Jalan Usaha Tani

Author

Gubernur Banten, Andra Soni dan Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim berserta Stakholder (DOK. Pemprov Banten)



INDOZONE.ID BANTEN – Ketahanan pangan Provinsi Banten ternyata tak hanya bergantung pada lahan subur dan kerja keras petani, tetapi juga pada pondasi kuat berupa infrastruktur yang memadai. Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa jaringan irigasi yang berfungsi optimal dan akses jalan usaha tani yang mulus adalah kunci utama untuk mendongkrak produktivitas pertanian dan efisiensi para petani.

Hal itu disampaikan Andra Soni saat menghadiri Diskusi Publik Terfokus Jaringan Irigasi dan Jalan Usaha Tani untuk Penguatan Ketahanan Pangan di Provinsi Banten  di Gedung Negara Provinsi Banten, Jl Brigjen KH. Syam'un No.5, Kota Serang, Rabu (2/7/2025).

"Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini, ini sangat relevan dan strategis dalam menjawab tantangan pembangunan sektor pertanian ke depan, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah dan nasional," ungkap Andra Soni.

Baca juga: BSU Bocor! 1 Pekerja atau Buruh Bisa Dapat 2 Kali Transferan, Ini Caranya

Andra Soni menuturkan Provinsi Banten memiliki potensi sumber daya alam dan pertanian yang luar biasa. Namun terdapat tantangan besar yang harus dihadapi dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan efisiensi usaha tani.

"Salah satunya dipengaruhi oleh ketersedian infrastruktur pertanian yang memadai, seperti jaringan irigasi yang berfungsi baik dan jalan usaha tani yang memudahkan akses distribusi hasil panen serta yang lainnya," katanya.

Selain ketersedian infrastruktur pertanian, kata Andra Soni, ketersedian air dan keterjangkauan petani terhadap pupuk harus dapat dipastikan. Sebagai salah satu upaya meningkatkan ketahanan pangan.

"Pemprov Banten telah menetapkan penguatan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan. Ini  bisa kita capai dengan sinergi yang kuat antara Pemerintah Pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi,  masyarakat, serta petani," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Andra Soni berharap diskusi publik tersebut dapat menjadi momentum penting dalam menggali persoalan-persoalan nyata di lapangan terkait jaringan irigasi dan jalan usaha tani.

Baca juga: PLN UID Banten Resmikan Kids Corner dan Santuni Anak Berprestasi, Wujudkan Komitmen Ramah Keluarga dan Peduli Generasi Penerus

"Kami berharap hasil dari diskusi ini menjadi bahan masukan yang berharga dalam penyusunan kebijakan program pembangunan infrastruktur pertanian di Provinsi Banten," jelasnya.

Tidak hanya itu, Andra Soni menuturkan dalam rangka meningkatkan dan mendukung nilai tukar petani, Pemprov Banten pada tahun ini berencana membangun Jalan Usaha Tani (JUT) untuk membantu petani dalam mendistribusikan hasil taninya.

"Saya sangat berharap dukungan dari semua pihak terkait dengan upaya kita memberikan dan menghadirkan pelayanan publik kepada masyarakat, khususnya warga petani untuk bisa mengoptimalkan potensi-potensi yang ada," tuturnya.

Di sisi lain, Andra Soni mengungkapkan sektor pertanian memberikan kontribusi yang cukup baik dalam pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten. Pada triwulan pertama tahun 2025 pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten tumbuh mencapai 5,19 persen secara y-on-y.

"Dan salah satu kontributornya, yaitu sektor pertanian," katanya.

Sementara, anggota Ombudsman Republik Indonesia Yeka Hendra Fatika mengatakan pembangunan dan revitalisasi jaringan irigasi dan jalan usaha tani menjadi salah satu instrumen dalam mendongkrak serta memberikan efek yang menguatkan program ketahanan pangan.

Baca juga: Penggusuran Ratusan Rumah Warga Sukadana Dilakukan Hari ini, Warga Kecewa Dengan Walikota Serang

"Jika jaringan irigasi direvitalisasi dengan baik, ini akan mendongkrak partisipasi masyarakat atau petani dalam meningkatkan intensitas tanam. Bahkan dapat mencetak sawah baru," ujarnya.

"Harus fokus pada pembangunan dan revitalisasi jaringan irigasi," tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten Agus M Tauchid menjelaskan, perencanaan sampai pelaksanaan program Jalan Usaha Tani (JUT) merupakan salah satu dari delapan program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten dalam rangka menciptakan ketahanan pangan daerah. Oleh karena itu, dirinya sangat berhati-hati dalam perencanaan pelaksanaan program JUT ini. 

Kepala DPUPR Provinsi Banten Arlan Marzan menambahkan Jalan Usaha Tani (JUT) dapat memberikan dampak positif bagi para petani dalam menekan biaya angkut hasil tani.

"Ini dapat menekan biaya angkut hasil tani. Dan semoga ini bisa membantu masyarakat, khususnya bagi para petani," jelasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Rilis

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU