BANTEN- Menghabiskan liburan bersama keluarga di akhir pekan dengan menikmati suasana alam danau Tasikardi yang berada di Kec. Kramat watu, Kab.Serang memang salah satu pilihan banyak warga sekitar Kota Serang, Banten. Tempat wisata yang rindang dengan pohon pohon besar di pinggir danau mungkin juga bisa menjadi pilihan teman teman indozone untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga.
Suasana sejuk dengan pemandangan indah bisa menyegarkan pikirian temen temen usai rutinitas satu minggu penuh. Pengunjung bisa menikmati danau Tasikardi dengan menggelar tikar yang bisa di sewa di lokasi atau membawa dari rumah.
Wisata tasikardi sekarang juga telah menyediakan berbagai wahana bermain anak anak ataupun orang dewasa dengan harga sewa yang masih terjangkau. Seperti alat bermain becak mini di sewakan dengan harga Rp 15 ribu, bebek bebekan Rp 20 ribu. atau wisatawan juga bisa menikmati fasilitas gratis yang disediakan pihak pemerintah.
Wisatawan yang gemar memancing jangan lupa membawa piranti pancingnya saat berwisata, karena spot mancing danau Tasikardi membuat jiwa para angler ingin memancing saat melihat danau Tasikardi.
Tempat wisata keluarga yang nyaman dan betah untuk berlama lama. Tiket masuknya hanya Rp 10 ribu ditambah tiket parkir untuk kendaraan dengan besaran Rp 5 ribu untuk sepeda motor dan Rp 10 ribu untuk kendaraan roda empat (4).
Kemudian untuk rute menuju wisata danau Tasikardi ini terbilang sangat mudah untuk di akses, bagi wisatawan via jalan tol Tangerang-Merak bisa mengambil jalan keluar gerbang tol Serang Barat, kemudian mengambil jalur kanan di depan gerbang tol dan mengarah ke alun alun Kramat Watu dengan jarak tempuh 10 menit. setelah berada di depan alun alun Kramat Watu wisatawan langsung ambil jalur kanan mengarah ke danau Tasikardi. Lokasi wisata Danau Tasikardi berada di kanan jalan utama Kramat Watu- Banten lama dengan jarak tempuh dari alun alun Kramat sekitar 15 menit.
Rahman Soleh, salah satu pengunjung yang ditemui banten.indozone.id di lokasi wisata menuturkan bahwa dirinya bersama keluarga kerap menghabiskan liburan di danau Tasikardi karena nyaman dan biasa untuk bermain anak. Sabtu 20 September 2025.
Selain kita ajak anak main kesini, lanjut Rohman dirinya memang sengaja ingin mancing sekaligus menghilangkan penat setelah seminggu bekerja.
"Hahaha, sengaja ngajak anak dan istri main kesini biar biasa mancing saya" celotehnya saaat berbincang dengan tim banten.indozone.id.
Tiket Rp.10 ribu, parkir 10 ribu udah itu aja, kemudian enaknya disini udah banyak yang berjualan serta ada yang menyewakan tikat duduk untuk wisatawan, kalau bebek bebekan itu, (menunjuk bebek bebek yang berada di tengah danau) sewanya cuman 10 ribu, jelas Rohman.
Untuk di ketahui selain tempat piknik keluarga, danau Tasikardi adalah lokasi yang peting di zaman Kesultanan Banten. Danau ini adalah sumber mata air utama keraton surosoan Banten.
Danau Tasikardi adalah danau buatan peninggalan Kesultanan Banten yang terletak di Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu, Kota Serang, Banten. Dibangun oleh Hendrik Lucas Cardeel pada masa Sultan Maulana Yusuf (1570–1580 M), danau ini berfungsi sebagai sumber air bersih dan irigasi untuk Keraton Surosowan, masyarakat, dan sawah di sekitarnya.
Danau ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi dengan adanya Pulau Keputren di tengahnya dan menjadi objek wisata alam yang tenang.
Dibangun pada masa pemerintahan Sultan Maulana Yusuf, danau ini berfungsi sebagai penampung air dari Sungai Cibanten. Selain untuk irigasi sawah, air dari Tasikardi juga dialirkan ke Keraton Surosowan untuk kebutuhan sehari-hari dan minum, dengan sistem penyaringan bertahap di tiga tahap yang disebut pengindelan.
Banyak yang bertanya soal danau kecil di Tasikardi, danau kecil yang ada di tengah bernama Pulau Keputren. Sejarah mencatat bahwa fungsi awal Pulau Keputren diperuntukkan bagi ibunda sultan untuk bertafakur dan kemudian menjadi tempat rekreasi serta menerima tamu penting.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan